RSUD Siapkan SDM untuk Operasional Hemodialisa

Dompu (Suara NTB) – Sumber daya manusia (SDM) yang memadai menjadi kunci kesuksesan suatu program dan didukung peralatan yang memadai. Untuk mendukung pengoperasionalan hemodialisa (alat cuci darah) di RSUD Dompu tahun 2019, dalam waktu dekat pihak rumah sakit akan mengirim tim mengikuti magang/pelatihan selama 3 bulan di Jakarta.

Direktur RSUD Dompu, dr. H. Syafruddin kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Sabtu, 26 Mei 2018 mengungkapkan harapannya agar RSUD Dompu dapat mewujudkan hemodialisa. Untuk pulau Sumbawa, baru RSUD Sumbawa Barat yang punya hemodialisa.

Iklan

“Saya berharap bisa merealisasikan tahun 2019. Ketika ada hemodialisa di Dompu, paling tidak pasien sekitar Dompu bisa melakukan cuci darah di kita,” kata H. Syafruddin.

Rencana menghadirkan hemodialisa di Dompu dikatakan, dr H. Syafruddin sudah diawali dengan penandatanganan MoU dengan PT Mendjangan Jakarta tahun 2017 lalu selaku pemilik alat. Untuk tenaga pengoperasionalan menjadi kewajiban pihak rumah sakit.

“September (2018) ini kita akan kirim tenaga untuk mengikuti pelatihan selama 3 bulan di Jakarta,” terangnya.

dr H. Syafruddin

Tim yang dikirim terdiri dari 1 dokter spesialis, 1 dokter umu, 2 perawat. RSUD Dompu juga akan mendapatkan dokter program wajib kerja dokter spesialis (WKDS) untuk spesialis penyakit dalam dan spesialis bedah yang baru. Sehingga keberadaan hemodialisa akan didukung dokter spesialisnya.

Dengan dioperasikan hemodialisa, dr H. Syafruddin mengungkapkan, bisa membantu masyarakat. Minimal dapat mengurangi biaya hidup dan transportasi selama melakukan hemodialisa di Mataram.

“Kalau pasiennya peserta BPJS, untuk cuci darahnya gratis. Tapi ada biaya lain – lain yang cukup besar. Seperti biaya hidup selama pengobatan dan transportasi ke luar daerah. Kalau kita punya alatnya, (biaya) itu bisa diminimalisir,” terangnya. Apalagi pasien cuci darah, bukan hanya sekali 3 bulan. Tapi ada juga yang sepekan sekali.

Sementara untuk ruang penempatan alat, dikatakan dr H. Syafruddin, akan dipersiapkan tahun 2018 ini menunggu pihak PT Mendjangan Jakarta yang akan mendesai sesuai kebutuhan alat. Rencananya, ruangan gizi yang ada di antara ruang ICCU dan instalasi rawat jalan akan direhab.

“Kebetulan ruang Gizi sudah pindah ke bangunan baru,” terangnya.

Dr. H. Syafruddin juga mengungkapkan, komitmen dan harapannya untuk menjadikan RSUD Dompu bisa berstandar pelayanan seperti RS di Kota Mataram. Sehingga masyarakat yang selama ini dirujuk ke Mataram bisa ditangani di Dompu dan meminimalisir pengeluaran yang menjadi beban masyarakat.

“Komitmen kita, berusaha meningkatkan pelayanan di (RS) Mataram berada di Dompu, sehingga mengurangi beban pengeluaran (pasien),” katanya.

Alat cuci darah atau hemodialisa menjadi sangat diharapkan kehadirannya di RSUD Dompu. Banyaknya kasus yang membutuhkan penanganan cuci darah, sehingga banyak warga Dompu harus dirujuk ke Mataram. Rencana mengoperasikan hemodialisa ini sudah diawali dengan penandatangan perjanjian kerja sama operasional (KSO) alat hemodialisa dan dimulainya pelayanan di RSUD Dompu dengan PT Mendjangan Jakarta tahun 2017 lalu. (ula/*)