RSUD NTB Berhasil Pertahankan Akreditasi Paripurna Bintang Lima

Lalu Hamzi Fikri (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB berhasil mempertahankan akreditasi paripurna bintang lima. Predikat tersebut diraih setelah tim survei akreditasi dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) menilai kualitas pelayanan di rumah sakit.

“Alhamdulillah RSUD kita tetap bisa mempertahankan (predikat) paripurna, hasil suvei akreditasi tanggal 18-22 Februari lalu,” ujar Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, M.M., MARS kepada Suara NTB, Senin, 2 Maret 2020.

Iklan

Predikat paripurna diraih RSUD NTB untuk penilaian akreditasi SNARS 1.1. ‘’Ini adalah kesyukuran kita dan ikhtiar bersama dari seluruh civitas hospitalisa RSUD NTB,’’ ujar Fikri. Beberapa hal yang menjadi perhatian tim akreditasi saat penilaian berlangsung antara lain perbaikan mutu dan keselamatan pasien (PMKP) dan indikator mutu sismadik serta integrase pendidikan kesehatan dalam pelayanan di rumah sakit.

Selain itu ditelaah juga regulasi dan dokumentasi, pengawasan mutu, keselamatan pasien, dan etika. Tim akreditasi terdiri dari lima orang, yaitu Dr. Ismojo Djati, M.Sc selaku Ketua Tim, dan Drs. A. A. Raka Karsana, Apt, M.Biomed, dr. Azwir Dahlan, Sp.PD, M.Kes, dr. Anak Agung Ayu Mas Ranidewi, Sp.THT., M.Kes, Ns. Nurmaini, S.Kep, dan Ani Budiati, S.Kep., Ns sebagai anggota. Tim tersebut membidangi pengawasan pelayanan medis dan manajemen.

Diterangkan Fikri, dalam prosesnya akreditasi paripurna bukan merupakan tujuan. Namun upaya untuk mempertahankan serta terus meningkatkan kualitas pelayanan menjadi tujuan utama yang berusaha diraih. ‘’Harus ada Continuous Quality Improvement (peningkatan kualitas berkala),’’ ujar Fikri.

Setelah memperoleh predikat paripurna bintang lima, RSUD NTB saat ini menargetkan akreditasi internasional KARS untuk bintang enam internasional. Proses tersebut akan dimulai tepat enam bulan setelah hasil akreditasi bintang lima diterima secara resmi.

‘’Ada proses bimbingan dan self assessment yang perlu kami siapkan untuk akreditasi internasional. Insya Allah kita ikhtiarkan maksimal mewujudkan itu,’’ ujar Fikri. Untuk itu, dibutuhkan komitmen dari seluruh civitas hospitalia dan dukungan seluruh pihak untuk mencapai target tersebut.

Menurut Fikri akreditasi internasional penting untuk diraih, mengingat NTB akan menjadi tuan rumah MotoGP 2021 mendatang. Dengan potensi yang dibawa oleh gelaran balap motor internasional tersebut, maka seluruh fasilitas termasuk rumah sakit perlu mempersiapkan diri.

Sebagai satu-satunya rumah sakit daerah di Indonesia yang memfasilitasi program wisata medis, target tersebut optimis dapat dicapai. ‘’Sebelum MotoGP 2021 kita tergetkan sudah dinilai KARS (untuk akreditasi internasional),’’ ujar Fikri.

Sebelumnya, Ketua Tim Akreditasi dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS), Dr. Ismojo Djati, M. Sc, mengapresiasi keinginan dan target Provinsi NTB menjadikan RSUD ini berakreditasi tingkat internasional. “Tentunya ini dapat memotivasi untuk terus lebih baik dalam meningkatkan pelayanan di bidang kesehatan kepada masyarakat,” ujarnya. (bay)