RSUD Kota Siapkan 1.000 Reagen untuk Rapid Test Massal

H. Lalu Herman Mahaputra. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Penerapan protokol kesehatan (prokes) yang mulai kendor di masyarakat menjadi atensi pemerintah. Untuk itu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram telah menyiapkan 1.000 reagen untuk mendukung pemeriksaan sampel swab acak yang diambil dari masyarakat yang berada di pusat-pusat perbelanjaan maupun tempat hiburan.

Direktur RSUD Kota Mataram, dr. H. Lalu Herman Mahaputra, menerangkan pengambilan sampel swab dari pusat-pusat kegiatan masyarakat tersebut merupakan bentuk sinergitas antara Satgas Covid-19 Kota Mataram dan TNI-Polri. Kendati demikian, tujuan utamanya bukanlah mencari orang yang terjangkit virus.

Iklan

“Jadi bukan semata-mata mencari kasus positif, tapi lebih pada mendisiplinkan masyarakat yang penerapan protokol kesehatannya mulai kendor. Ini yang bisa kita lakukan untuk menekan penularan virus,” ujar dr. Jack, sapaan akrabnya, saat dikonfirmasi, Selasa, 26 Januari 2021.

Diterangkan, kegiatan tersebut telah dilakukan sebanyak dua kali. Antara lain di Lombok Epicentrum Mall (LEM) dan beberapa restoran serta tempat hiburan. “Hasilnya negatif semua,” jelas dr. Jack. Kendati demikian, pihaknya berharap masyarakat tidak lengah pada potensi penularan virus dan tetap disiplin mengikuti protokol kesehatan.

Hal tersebut dibutuhkan untuk mencegah potensi peningkatan kasus penularan seperti yang terjadi pada beberapa pekan terakhir. Sampai dengan Selasa, 26 Januari 2021 Satgas Covid-19 Kota Mataram mencatat total 1.701 kasus penularan. Rinciannya, 1.355 orang pasien dinyatakan sembuh, 103 orang meninggal, dan 243 masih menjalani perawatan.

Selain menanganai perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit, RSUD Kota Mataram disebutnya juga fokus menangani 58 orang pasien yang menjalani isolasi mandiri. Di mana pasien-pasien tersebut antara lain berasal dari hasil pemeriksaan swab mandiri pelaku perjalanan dan tracing kontak dari pasien positif lainnya.

“Kita ingin fokus menggarap pasien isolasi mandiri ini karena mereka sebenarnya belum begitu memahami bagaimana kalau mereka terpapar. Terutama dari segi psikisnya yang (butuh upaya) luar biasa,” jelas dr. Jack.

Menurutnya, seluruha pasien Covid-19 pasti akan ditangani secara komprehensif. Untuk itu pihaknya berharap masyarakat tidak perlu khawatir jika mendapati diri terjangkit Covid-19. Dicontohkan dr. Jack seperti pasien positif yang berasal dari pengajuan pemeriksaan mandiri oleh masyarakat.

“Jadi ada masyarakat yang punya inisiatif sendiri untuk ke rumah sakit untuk memeriksa. Kita berharap ada lebih banyak masyarakat di Kota Mataram maupun NTB yang seperti itu. Jangan takut ke rumah sakit untuk memeriksakan diri,” jelasnya.

Dirinya menjamin seluruh pemeriksaan Covid-19 untuk kebutuhan medis bersifat gratis. Sehingga masyarakat tidak perlu lagi mengkhawatirkan soal biaya. “Kecuali mungkin untuk pelaku perjalanan itu berbayar, tapi kalau ada yang ditemukan positif dari situ kita pasti akan tangani dan semuanya gratis. Intinya kita pasti berikan pelayanan maksimal,” tandas dr. Jack. (bay)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional