RSUD Kota Bima Kekurangan Oksigen

RSUD Kota Bima mengalami kekurangan oksigen akibat terus bertambahnya pasien suspect dan positif Covid-19, Minggu, 18 Juli 2021.(Suara NTB/dok)

Bima (Suara NTB) – Bertambahnya pasien terkonfirmasi suspect dan positif Corona Virus Desease (Covid-19) di NTB, membuat sejumlah Fasilitas Kesehatan (Faskes) kewalahan memenuhi kebutuhan oksigen. Seperti halnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bima, manajemen kekurangan banyak oksigen untuk menangani belasan pasien Covid-19.

Direktur RSUD Bima, dr. Agus Pintono dikonfirmasi wartawan membenarkan bahwa pihaknya sangat kekurangan oksigen. “Ia benar, stok oksigen kurang,” ujarnya. Belasan pasien terkonfirmasi suspect dan positif Covid-19 ini, sebagian besar mengidap gejala penyakit sesak nafas. Karenanya, dibutuhkan stok oksigen yang banyak.

Iklan

Per satu pasien, lanjut dia, sehari menghabiskan delapan tabung oksigen dengan perhitungan 15 liter per menit. “Bayangkan pasien ini 15 orang, berapa tabung yang habis, tentu sangat membutuhkan oksigen yang banyak,” jelasnya.

Ditegaskan Agus Pintono, kebutuhan oksigen tersebut tidak hanya bagi pasien suspect berdasarkan hasil rapid antigen, tetapi untuk enam orang pasien positif dalam perawatan intensif di ruang isolasi rumah sakit.

Selain akibat terus bertambahnya pasien di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro ini, sulitnya pemenuhan oksigen dampak dari kekosongan stok dari distributor di Bima. Padahal, beberapa waktu lalu pihaknya sudah memesan 400 tabung.

Menyikapi kondisi itu, disamping memanfaatkan stok yang ada, manajemen terpaksa harus membeli oksigen eceran guna maksimalnya penanganan pasien suspect dan positif Covid-19. “Semalam ada delapan tabung yang masuk, kemudian kita sudah pesan tabung 20 dan akan dibawa pagi ini,” pungkasnya. (jun)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional