RSUD Gratiskan Biaya Perawatan Pasien Gizi Buruk

Dompu (Suara NTB) – Kasus gizi buruk masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah, termasuk di Kabupaten Dompu. Rumah sakit umum daerah (RSUD) sebagai pusat rujukan pelayanan kesehatan bagi masyarakat berkomitmen menangani setiap pasien gizi buruk dengan gratis.

Direktur RSUD Dompu, dr H Syafruddin melalui Humasnya, Gunawan, A.Md.Pik kepada Suara NTB, Minggu, 1 Juli 2018 membenarkan, setiap pasien gizi buruk yang dirawat akan digratiskan pihaknya. Perawatan pasien gizi buruk membutuhkan waktu yang tidak sebentar, terlebih pasien gizi buruk yang dirawat memiliki penyakit penyerta seperti ispa, diare, demam dan penyakit lainnya.

Iklan

“Setiap gizi buruk yang kita rawat, kita gratiskan,” katanya.

Menggratiskan pasien gizi buruk diakui Gunawan, sudah menjadi program nasional. Sehingga pihaknya cukup menkoordinasikan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten. Biaya pengobatannya akan diganti, mulai dari biaya perawatan, obat – obatan hingga asupan makanan tambahan. “Ini sudah menjadi program nasional,” terangnya.

Selama 2018, diakui Gunawan, terdapat beberapa pasien gizi buruk yang ditangani pihaknya di Zal Anak. Pasien anak yang menderita gizi buruk ini baru dipulangkan setelah penyakit penyertanya sudah tertangani dan berat badanya mengalami peningkatan. “Untuk pemulihan akan dikontrol dan ditangani Dinas Kesehatan melalui Puskesmas,” jelasnya.

Sebelumnya, kepala ruang Anak RSUD Dompu, Iin Iskanturani, S.ST mengatakan, Alim (1) warga Desa Oo Dompu menderita gizi buruk dan dirawat pihaknya sudah hampir sepekan dengan berat awal saat masuk 6 Kg. Setelah 4 hari dirawat, berat badannya membaik dengan berat 6,5 Kg. Hanya saja, kondisinya belum stabil.

Alim masuk dengan penyakit penyerta berupa diare, batuk pilek hingga muntah – muntah. Upaya penanganannya dilakukan secara bersamaan. Karena ada riwayat penyakit penyerta, pihak RSUD Dompu membutuhkan waktu cukup lama untuk memastikan pasien bisa sembuh total.

“Target kami penanganannya harus sampai sembuh kecuali dari keluarga pasiennya sendiri yang minta pulang,” ujar Iin Iskanturani.

Sementara untuk Alrizal yang juga menjalani perawatan di RSUD dipastikan pihaknya sudah sembuh total dan dipulangkan ke rumahnya. Sekarang tinggal fokus menangani satu pasien gizi buruk yang baru beberapa hari ditangani.

Selain kasus gizi buruk, penyakit anak yang ditangani beberapa saat terakhir lebih banyak kasus diare. Penyakit ini terkait dengan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya. Masyarakat pun diminta untuk menjaga kebersihan lingkungan dan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

RSUD Dompu akan terus memberikan pelayanan maksimal kepada pasien sesuai visinya ‘terwujudnya pelayanan kesehatan yang primad dan profesional’. Visi ini dijabarkan dalam 5 misi yaitu memberikan pelayanan kesehatan yang berorientas pada mutu dan kesehatan pasien, meningkatkan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, memberikan perlindungan hukum dan keselamatan kerja terhadap karyawan, menciptakan lingkungan kerja yang sehata, harmonis, aman dan sejahtera, serta menjadi pusat rujukan sarana kesehatan Kabupaten Dompu. RSUD Dompu akan sangat terbuka dalam menerima kritikan dan saran dari masyarakat untuk perbaikan pelayanan kedepan. (ula/*)