RSUD Dompu Buka Donasi Alkes

Ida Fitriyani. (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – RSUD Kabupaten Dompu membuka donasi alat kesehatan (alkes) untuk petugas medis dalam memberikan pelayanan kesehatan di tengah pandemi Covid 19. Donasi dibuka dengan harapan ada donatur alkes yang bisa membantu, termasuk menginformasi tempat pembelian alkes.

“Karena memang ngak ada ketersediaannya (alkes sehingga dibuka donasi). Kita kesulitan sekarang terutama masker bedah dan masker N95. Di pasaran juga kami kesulitan mendapatkan, kalau dibuka bantuan seperti itu, mungkin ada channel yang kami rumah sakit tidak tau, mereka dermawan – dermawan itu bisa bergerak,” kata Humas RSUD Dompu, Ida Fitriyani, S.Keb.Bd kepada Suara NTB saat dikonfirmasi, Jumat, 3 April 2020.

Iklan

Ia pun memastikan, pembukaan donasi alkes untuk RSUD Dompu yang dirilis di media sosial sejak Senin (30/3) lalu tersebut bukan karena pemerintah dan RSUD Dompu tidak memiliki pendanaan untuk mengadakan sendiri alkes.

“Pendanaan tetap ada, cuman kesulitan mendapatkan barangnya,” katanya.

Ida Fitriyani memastikan, APD dan beberapa kebutuhan untuk tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan di tengah pandemi Covid 19 sudah diajukan pembelian ke pemasoknya. Tapi khususnya APD yang dipesan masih perlu waktu untuk produksi.

“Permintaan seluruh Indonesia loh ini (APD). Sama kebutuhannya per rumah sakit, sama semua keadaannya,” katanya.

Akibat masker dan beberapa alkes yang dibutuhkan tidak ada, Ida Fitriyani mengungkapkan, penanganan Covid 19 yang mestinya menggunakan standar masker N95, diganti dengan masker bedah.

“Masker bedah pun sangat – sangat terbatas, jadi kita kesulitan juga. (Masker dan alkes) Itukan senjata kami buat penangkal virus dan lain – lain kedepan,” aku Yani sapaan akrab Ida Fitriyani.

Sejak dibukanya donasi alkes, Yani mengaku, banyak donasi yang diterima pihaknya. Setiap donasi selalu dicatat pihaknya, baik oleh lembaga dan organisasi, hingga perorangan. Ada dalam bentuk masker, sarung tangan, pengaman wajah, kacamata pengaman, alkohol, hand sanitizer, hingga suplemen makanan dan minuman.

“Masyarakat kita peduli sekali sama tenaga kesehatan. Perang ini adalah perang kita semua, bukan hanya perang nakes,” katanya. (ula)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional