RSUD Beres, Najmul Mulai Pikirkan Kantor Bupati

Tanjung (Suara NTB) – Fasilitas gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung terus bertambah. Tahun ini terdapat 4 Gedung yang akan dibangun, yakni Gedung E (bangunan perawatan kelas III) dan Gedung B, D, F yang dikemas 1 paket. Dengan konstruksi ini, maka perencanaan gedung RSUD Tanjung dapat dikatakan tuntas. Selanjutnya, Pemda Kabupaten Lombok Utara akan mulai memikirkan lokasi dan pembangunan Kantor Bupati serta Kantor DPRD.

“Kedepannya kita akan memikirkan bagaimana memindahkan kantor Bupati kita, sebab selama ini setiap acara yang ada di Lapangan selalu mengganggu  ketenangan dan kenyamanan pasien, ini sangat  mempengaruhi proses kesembuhan pasien,” ungkap Bupati, Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH, Jumat,28 Oktober 2016 saat peletakan batu pertama gedung RSUD.

Iklan

Najmul menilai, letak RSUD yang berdampingan dengan Kantor Bupati serta Lapangan Umum Tioq Tata Tunaq, tidak relevan dengan pelayanan kesehatan. Dalam proses penyembuhan pasien, aktivitas publik di Lapangan Tanjung dan kegiatan seremonial di Kantor Bupati cukup mempengaruhi psikologi pasien. Namun kesembuhan pasien juga ditentukan oleh faktor lain, seperti kebersihan, kelengkapan gedung serta kualitas pelayanan yang  baik dan ramah.

Sebaliknya kata dia, tak ada garansi kesembuhan pasien dengan keberadaan gedung nan megah sedangkan pelayanannya buruk. Bupati berharap, kualitas pelayanan kesehatan di KLU dijaga disetiap tingkatan faskes, dari Puskesmas hingga RSUD.

“Semoga kedepannya Puskesmas kita yang ada di masing-masing kecamatan menjadi Puskesmas yang layak untuk menjadi tempat bagi perawatan pasien, sehingga bisa mengurangi beban rumah sakit kita,” sambungnya.

Najmul Akhyar menegaskan, dalam setiap pelaksanaan pembangunan fisik di KLU agar menerapkan transparansi kepada publik, dan menghindari praktik pungutan liar (pungli). Oleh karenanya, ia mengimbau agar dalam agenda seremonial panitia senantiasa melibatkan (mengundang) tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga aparatur di Desa dan Dusun.

Sementara itu,Direktur RSUD Tanjung,dr. H.L. Bahrudin, mengutarakan pelaksanaan fisik 4 gedung RSUD kali ini cukup melegakan semua pihak. Sebab selama ini, kondisi fisik RSUD Tanjung yang belum lengkap menyulitkan pemberian pelayanan yang baik.

“Alhamdulillah kita mendapatkan  dana untuk kelanjutan pembangunan rumah sakit yang bersumber dari dua sumber dana yaitu dari DID dan DAK,” katanya.

Dijelaskannya, pembangunan gedung ini sesuai dengan master plan tahun 2010 yang mana Gedung RSUD Tanjung didesain dari A sampai F. Sebelumnya, RSUD baru memiliki Gedung A dan C. Dengan selesainya seluruh bangunan ini, pihaknya dapat mengatur pelayanan dengan lebih baik.

“Gedung ini  tidak hanyauntuk ruang  perawatan ,tetapisebagian dimanfaatkan untuk Poli. Semua ini untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Kedepannya, kita juga akan memikirkan bagaimana membangun Poli khusus untuk pasien wisatawan asing, pasien ekonomi menengah ke atas,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, 2 Paket pembangunan Gedung RSUD Tanjung kali ini terdiri dari Gedung E dengan pagu anggaran senilai Rp 7,372 miliar. Dari angka itu, pemenang tender yakni PT. Nusa Tenggara Mandiri (Labuapi, Lobar), keluar sebagai pemenang tender dengan kontrak sebesar Rp 7,076 miliar.

Sementara Gedung B, D dan F, menjadi 1 paket dengan anggaran yang berasal dari Dana Insentif Daerah (DID), senilai  Rp 39,113 miliar. Dari pagu dana tersebut, kontraktor pemenang tender ditetapkan yakni PT. Haka Utama asal Sulawesi Selatan, dengan penawaran sebesar Rp 38,834 miliar.(ari)