RSUD Asy Syifa Siapkan Tiga Ruang Isolasi

0
Carlof Sitompul (Suara NTB/dok)

Taliwang (Suara NTB) –  Direktur RSUD Asy Syifa Taliwang dr. Carlof Sitompul, mengaku sudah menyiapkan tiga ruangan khusus untuk penanganan covid-19 yang saat ini terus mewabah di NTB.

Penyiapan ruangan ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi jika ditemukannya kasus tersebut sehingga tidak semakin meluas. Ruangan isolasi khusus covid-19 juga akan terus ditambah sesuai dengan kebutuhan dan jumlah pasien yang dirawat nantinya.

IKLAN

“Memang baru tiga ruangan isolasi khusus covid-19 yang sudah kita siapkan termasuk fasilitas pendukung. Ketiga ruangan itu, sebenarnya bukan ruangan baru dan yang dibuat khusus, tetapi kami sengaja menutup pelayanan yang lain supaya ruangannya bisa kita manfaatkan untuk penanganan covid-19. Kami juga akan terus menambah fasilitas tersebut dengan tetap mengacu pada kondisi lapangan terkait penyebaran virus tersebut,” ungkapnya kepada Suara NTB, Rabu, 1 April 2020.

Dikatakannya, untuk sementara ini keberadaan tiga ruangan tersebut dianggap sangat cukup untuk menekan penyebaran virus tersebut. Kondisi tersebut juga didukung dengan belum adanya kasus covid-19 ditemukan di KSB.

Tetapi jika kondisinya sudah berubah, maka pihaknya juga akan terus melakukan penambahan baik itu ruangan maupun fasilitas. Bahkan pihaknya berencana untuk menambah enam ruangan khusus covid-19 dengan jumlah tempat tidur sebanyak 100 unit. Hanya saja untuk sementara ini tidak bisa dilaksanakan karena butuh waktu yang cukup panjang, karena harus dilakukan perencanaan terlebih dahulu.

Tentu jika kondisinya sudah masuk dalam kategori darurat, maka pihaknya mengaku sudah menyiapkan opsi lain. Salah satunya yakni dengan melakukan alih fungsi ruangan yang ada saat ini untuk penanganan covid-19. Sehingga pelayanan yang akan diberikan nantinya bisa semakin maksimal.

Pihaknya juga memastikan dalam penanganan kasus tersebut, para petugas medis juga sudah menggunakan alat pelindung diri yang sesuai dengan SOP yang ada. Bahkan untuk penanganan  kasus tersebut, saat ini pihaknya sudah menerima bantuan dari provinsi berupa pakaian khusus dan APD lainnya.

“Opsi ketika kondisi darurat sudah kita siapkan termasuk menutup sejumlah layanan di RSUD agar lebih fokus terhadap penanganan virus tersebut. Kami juga akan terus menambah APD yang dibutuhkan oleh para petugas medis sehingga kejadian yang tidak diinginkan bisa diminimalisir,” pungkasnya. (ils)