RSUD Asy Syifa Klaim Nakes Banyak Terpapar di Luar Rumah Sakit

Carloff Sitompul.(Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Pihak RSUD Asy Syifa Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengklaim banyaknya tenaga kesehatan (Nakes) terpapar Covid-19 bukan akibat kegiatan pelayanan. Namun sebaliknya para Nakes kebanyakan terpapar di luar karena abai menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.

“Kami sudah melakukan analisis mengenai kondisi Nakes kami yang banyak terpapar. Kesimpulan kami teman-teman kebanyakan terinfeksi di luar,” cetus Direktur RSUD Asy Syifa, Carloff Sitompul kepada Suara NTB, Senin, 18 Januari 2021.

Iklan

Selama ini dilingkungan rumah sakit, dalam konteks pelayanan, dikatakan Carloff, pihaknya selalu menerapkan Prokes pencegahan Covid-19. Sejak pertama kali virus itu terdeteksi di KSB April 2020 lalu, aturan pencegahan mulai dari penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) berdasarkan tindakan pelayanan selalu diterapkan terhadap Nakes yang bertugas. Bahkan upaya itu terus ditingkatkan dengan prosedur skrining melalui metode uji swab sebelum Nakes kembali bertugas.

“Nah kami beranggapan awalnya banyak Nakes yang terpapar di luar karena saat skrining (swab) mereka akhirnya terdeteksi infeksi,” sebut Carloff.

Carloff tak menampik, kemungkinan adanya Nakes yang saling menginfeksi. Namun kembali ia tegaskan hal itu terjadi karena Nakes abai melakukan pengamanan dengan menerapkan protokol pencegahan. “Mereka biasanya masih berkumpul di luar. Nah kemungkinan ada Nakes yang sudah lebih dulu terpapar tapi belum terdetekasi dan kemudian menginfeksi rekan lainnya,” bebernya.

Ditanya apakah pihak rumah sakit telah memberikan arahan kepada Nakes untuk tetap disiplin mengikuti petunjuk pencegahan Covid-19 ketika berada di luar. Carloff menyatakan, sebagai garda terdepan memerangi pandemi Covid-19 pihaknya sejak awal selalu mengingatkan para Nakes pentingnya melindungi diri dari virus tersebut. Tidak saja saat bertugas, tetapi juga ketika berada di lingkungan masyarakat.

“Nakes ini kan sebenarnya role model (contoh) bagi masyarakat bagaimana cara yang benar menghalau Covid itu. Tapi faktanya masih ada rekan-rekan yang abai ketika sudah tidak bertugas. Dan akhirnya mereka kembali bertugas dan ia diketahui terpapar setelah diskrining,” tukas Carloff.

Untuk diketahui, RSUD Asy Syifa menjadi fasilitas kesehatan di KSB yang paling banyak petugasnya terpapar Covid-19. Data Satgas Covid-19 KSB menunjukkan di rumah sakit milik pemerintah KSB itu hingga awal Januari 2021 tercatat sebanyak 60 Nakes pernah terinfeksi virus asal Wuhan, Tiongkok itu. (bug)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional