RS Rujukan Event WSBK Indonesia, Momentum Tunjukkan RSUD NTB Siap ‘’Go International’’

Direktur RSUD NTB, H. Lalu Herman Mahaputra menerima kunci ambulans standar internasional dari perwakilan Kemenkes untuk mendukung pelayanan medis pada event WSBK, 19 - 21 November 2021. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Federasi Olahraga Sepeda Motor Internasional (FIM) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) telah menunjuk RSUD NTB sebagai rumah sakit (RS) rujukan penanganan pebalap yang mengalami kecelakaan pada event World Superbike (WSBK) Indonesia di Pertamina Mandalika International Street Circuit, 19 – 21 November mendatang. Kepercayaan ini menjadi momentum RSUD NTB siap go international.

‘’Di sinilah momennya kita tunjukkan bahwa RSUD NTB siap. Kita harus main di level nasional, bukan lokal lagi. Bahkan main di level internasional, mulai dari sekarang,’’ kata Direktur RSUD NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra, M.Kes., M.H.

Iklan

Hal tersebut diungkapkan Dokter Jack – sapaan akrab Direktur RSUD NTB ini dikonfirmasi usai penyerahan lima ambulans standar internasional dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Halaman Kantor RSUD NTB, Senin, 11 Oktober 2021. RSUD NTB mendapatkan dukungan sebanyak lima ambulans standar internasional yang pernah digunakan Kemenkes pada saat perhelatan Asian Games Jakarta – Palembang tahun 2018.

Dokter Jack mengatakan, saat ini semua rumah sakit di tingkat nasional sedang memonitor RSUD NTB yang telah ditunjuk sebagai RS rujukan penanganan pebalap WSBK. Menurutnya, kepercayaan ini membawa nama baik Indonesia sebagai tuan rumah.

‘’Kalau sudah ditunjuk memback up WSBK, tidak bisa disandingkan dengan rumah sakit lain. Beda juga dengan penanganan PON, ini sudah internasional. Bahkan rider ini adalah aset-aset dunia. Makanya harus betul-betul kita siapkan,’’ kata Dokter Jack.

Ia menyebut kesiapan RSUD NTB sebagai rumah sakit rujukan dan memback up penanganan kesehatan di Medical Center yang berada di dalam sirkuit sudah 90 persen. Sisanya 10 persen tinggal pembangunan helipad/heliport yang ditargetkan tuntas akhir Oktober.

Dokter Jack menambahkan, pejabat dari Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) telah melihat kesiapan RSUD NTB akhir pekan kemarin. Mereka mengunjungi fasilitas yang ada di RSUD NTB, termasuk unit pelayanan rawat inap dan pembangunan heliped.

Pejabat Kemenko Marves memberikan apresiasi atas kesiapan yang dilakukan RSUD NTB. Dalam menyukseskan event WSBK, RSUD NTB berkolaborasi dengan seluruh rumah sakit yang ada di NTB.

Penenanganan medis WSBK dibagi menjadi dua titik. Yaitu, penanganan medis di venue utama untuk para rider atau pebalap. Jika terjadi kecelakaan, maka pebalap ditangani dulu di Medical Center, sebelum dirujuk ke RSUD NTB.

Selain itu, penanganan eksternal di luar pebalap. Sehingga, telah disiapkan sebanyak 400 tenaga kesehatan. Di sekitar area sirkuit, RSUD NTB akan melibatkan RS Mandalika, puskesmas dan klinik-klinik yang berada di sana.

Untuk mendukung pelayanan medis saat perhelatan WSBK Indonesia di Mandalika, Kemenkes telah mengirim lima ambulans standar internasional. Dokter Jack menyebutkan jumlah ambulans yang akan disiagakan di dalam sirkuit sebanyak 10 unit.

‘’Ambulans ini seperti mini hospital. Sudah dilengkapi peralatan di dalamnya,’’ katanya.

Dalam perhelatan WSBK, RSUD NTB tidak hanya menangani penanganan medis di KEK Mandalika. Tetapi juga akan memberikan pelayanan medis kepada tamu atau penonton yang mengalami kecelakaan ketika berkunjung ke destinasi wisata.

Sehingga, sudah dibentuk lima Public Service Centre (PSC) di Pulau Lombok. Sedangkan di RSUD NTB telah dibentuk Provincial Command Centre (PCC). PCC dan PSC telah diintegrasikan untuk melayani kasus kegawatdaruratan saat event WSBK. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional