Rp25 Miliar DAK Fisik di Mataram Hangus

H. Mahmuddin Tura. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Realisasi DAK fisik Kota Mataram 2021 masih rendah. Sampai dengan 30 Agustus Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Provinsi NTB mencatat dari pagu sebesar Rp110.797.806.000 baru terealisasi sekitar 32,80 persen atau Rp.36.341.007.913.

Asisten II Setda Kota Mataram, H. Mahmuddin Tura menyebut rendahnya realisasi DAK fisik tersebut disebabkan kontrak tender yang baru bisa berjalan pada awal Agustus lalu. Keterlambatan terjadi sebagai dampak pandemi Covid-19 yang turut mempengaruhi pengaturan keuangan dan jalannya program di daerah.

Iklan

“Memang baru terkontrak Agustus kemarin. Harapan kita sampai akhir tahun bisa selesai semua, dan kita optimis untuk itu. Kerjaannya tidak ada yang terlalu berat juga,” ujar Mahmuddin, Jumat, 3 September 2021.

Dicontohkan seperti proyek menggunakan DAK fisik di Dinas Pariwisata Kota Mataram. Di mana anggaran sebesar Rp1,3 miliar disiapkan untuk penataan destinasi wisata. “Itu yang paling besar jumlahnya, tapi itu juga mudah-mudah saja dikerjakan sebenarnya. Hanya item-nya saja yang memang banyak,” jelasnya.

Di sisi lain, sampai dengan 31 Agustus 2021 DAK fisik yang telah terkontrak baru mencapai 77,17 persen atau Rp. 85.502.694.641.53 dari total pagu anggaran. Jumlah tersebut menjadi yang terendah di seluruh kabupaten/kota se-NTB.

Menurut Mahmuddin, rendahnya DAK fisik yang terkontrak disebabkan adanya pemangkasan dari pemerintah pusat sendiri, serta beberapa proyek yang mengalami efisiensi anggaran. Dengan begitu, sisa anggaran sekitar Rp25 miliar tidak bisa dimanfaatkan.

“Informasi sementara terjadi pemotongan DAK fisik di RSUD sebesar Rp17 miliar. Kemudian ada sisa tender untuk proyek jalan di Dinas PUPR sekitar Rp3 miliar juga sisa dari pengadaan yang ada di OPD lainnya yang mengelola DAK sekitar Rp3 miliar, sehingga efisiensi itu sekitar Rp6 miliar,” ungkapnya.

Efisiensi yang dimaksud dijelaskan ketika standar pengerjaan tidak sesuai dengan petunjuk teknis yang diberikan pemerintah pusat. Dengan demikian muncul sisa anggaran yang tidak terpakai saat pengerjaan dilakukan.

“Ini harus dikembalikan ke pusat. Tidak bisa kita pakai lagi,” jelas Mahmuddin. Kendati demikian, pihaknya optimis dalam pengajuan program baru untuk DAK fisik 2022 besaran anggaran yang diterima Kota Mataram tidak terlalu jauh menurun akibat realisasi yang minim di 2021. “Bisa saja naik malah jumlahnya. Tergantung bagaimana kita menyampaikan program-programnya nanti. Pembahasannya biasanya Oktober nanti,” tandasnya. (bay)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional