Rp18 Miliar Tunggakan Klaim Pasien Covid-19 Belum Dibayar

H. Arbain Ishak (Suara NTB/ her)

Giri Menang (Suara NTB) – Rp18 milar tunggakan klaim penanganan pasien covid-19 di rumah sakit Kabupaten Lombok Barat (Lobar) belum dibayar oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Tunggakan klaim pasien BPJS ini terhitung tahun 2020 lalu. Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tripat berharap agar klaim ini segera dibayar.

“Klaim pasien Covid-19 tahun 2020 belum dibayar Rp18 miliar,”sebut Direktur RSUD Tripat drg  H. Arbain Ishak, Rabu, 1 September 2021.

Iklan

Pembayaran klaim pasien Covid-19 yang tersendat di tahun 2020 hingga kini belum dibayar Kemenkes. Yang baru dibayar adalah klaim pasien Covid-19 tahun 2021, mulai Januari sampai Agustus yang mencapai Rp8-10 miliar. Pembayarannya dilakukan dua kali transfer ke rumah sakit. Dampak klaim belum dibayar, membuat pihak rumah sakit kalangkabut dalam menangani pasien,karena pasien harus dilayani.

Terkait kapan klaim itu akan dibayar, pihaknya belum bisa memastikan, karena jawaban dari pusat selalu menyampaikan dalam waktu dekat. Namun hingga kini belum ada pembayaran. Terkait kendalanya, ia mengaku tidak tahu. Ditanya soal stok oksigen, sejauh ini masih aman. “Kita juga sudah bentuk tim penanganan oksigen ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Lobar Hj. Nurul Adha mendesak Kemenkes untuk segera membayar piutang klaim perawatan pasien Covid-19. Ia menyayangkan terjadinya tunggakan klaim pasien Covid-19 yang belum dibayar.

Kondisi semacam ini, ujarnya, sepertinya menjadi kebiasaan buruk dari pihak OPD dan rumah sakit. Dimana kasus sebelumnya juga terjadi pada BPJS, terjadi tunggakan yang bertahun-tahun. “Harus segera dibayar dan pihak rumah sakit proaktif,”jelas dia.

Manajemen pengelolaan semacam ini dinilai buruk, karena untuk membayar obat-obatan justru pihak rumah sakit berutang ke rekanan atau ke bank. Ditambah lagi tunggakan klaim pasien Covid-19. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional