Rp 12,5 Miliar Anggaran Fasilitas Pencucian Sarang Walet di Loteng

Ketua Assosiasi Pengusaha Sarang Burung Walet NTB, L. Adink Buntaran, bertemu dengan Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, di Jakarta, awal pekan kemarin. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Kementerian Koperasi dan UKM telah menyiapkan alokasi anggaran sekitar Rp 12,5 miliar untuk membiayai pembangunan pusat pencucian dan pengolahan sarang burung walet di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) tahun 2022 mendatang. Adanya fasilitas ini untuk mendukung pengembangan sarang burung walet di daerah ini. Sekaligus mendukung Loteng sebagai sentra pengembangan sarang burung walet di NTB.

“Rencananya, lokasi pembagunan pusat pencucian dan pengolahan sarang burung walet tersebut nanti di Kampung Walet Desa Kateng Kecamatan Praya Barat,” ungkap Ketua Assosiasi Pengusaha Sarang Burung Walet NTB, L. Adink Buntara, kepada Suara NTB, Selasa, 30 November 2021.

Iklan

Saat ini, aku Adink pihaknya bersama beberapa pengusaha sarang burung walet tengah berada di Jakarta, untuk bertemu langsung dengan Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki. Selain membahas rencana pembangunan fasilitas pencucian dan pengolahan sarang burung walet  sekaligus juga membahas rencana penyaluran kredit bagi pengusaha sarang burung walet di Kampung Walet Desa Kateng.

Ia menjelaskan, fasilitas pencucian dan pengolahan sarang burung walet yang akan dibangun itu nantinya tidak main-main, yakni standarnya harus internasional. Karena hasil pengolahan sarang burung walet yang keluar dari fasilitas tersebut untuk memenuhi kebutuhan pasar sarang burung walet dunia. Terutama China yang menjadi salah satu pasar sarang  burung terbesar saat ini.

Pasalnya, pemerintah pusat memang telah merancang NTB, khususnya Loteng sebagai sentra pengembangan komoditi sarang burung walet beserta produk-produk turunnya di masa yang akan datang. Sehingga keberadaan fasilitas pencucian dan pengolahan sarang burung walet sangat penting untuk mendukung target besar tersebut.

Adapun terkait pengajukan kredit, itu akan diusulkan oleh Koperasi Ammar Sasambo, yang merupakan koperasi bentukan pengusaha sarang burung walet di daerah ini. Adapun nilai kredit yang diajukan untuk tahap awal sekitar Rp 25 miliar, diajukan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir, Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM).

Dana tersebut nantinya akan dikelola oleh Koperasi Ammar Sasambo sebagai modal membeli sarang burung walet mentah dari para pengusaha sarang burung walet di NTB. Selanjutnya diolah di fasilitas pencucian dan pengolahan sarang burung walet yang akan dibangun tahun 2022 mendatang tersebut. Keluaran hasilnya kemudian bisa diekspor ke luar negeri.

“Polanya, semua produk sarang burung walet dari para penangkar akan dibeli. Untuk kemudian dicuci dan diolah difasilitas yang disiapakan pemerintah pusat. Hasilnya kemudian bisa di ekspor kelua negeri,” ujarnya seraya berharap semua rencana bisa berjalan lancar. Sehingga harapan untuk menjadikan NTB sebagai sentra pengembangan sarang burung walet bisa terwujud. (kir)

Advertisement