Royal Brunei Tunda Pembukaan Rute Penerbangan Langsung ke Lombok

Ilustrasi

Praya (Suara NTB) – Maskapai penerbangan milik Pemerintah Brunei Darussalam, Royal Brunei, memutuskan untuk menunda sementara waktu pembukaan rute penerbangan Brunei-Lombok. Alasannya, musibah gempa yang melanda Pulau Lombok beberapa waktu lalu.

Hal itu diungkapkan General Manager (GM) PT. Angkasa Pura (AP) I Lombok International Airport (LIA), I Gusti Ngurah Ardita, kepada wartawan, Kamis, 20 Desember 2018.

Iklan

 Ia menjelaskan, semula sebelum musibah gempa melanda pihak Royal Brunei sudah berencana akan membuka rute penerbangan langsung Brunei-Lombok awal Desember kemarin. Namun begitu gempa terjadi, semua persiapan pembukaan rute penerbangan menjadi berubah. Pihak maskapai memutuskan menunda rencana pembukaan rute sampai batas waktu yang belum ditentukan.

 “Rencana awalnya, tanggal 3 Desember kemarin rute Brunei-Lombok mulai dibuka. Tapi semua berubah, karena gempa yang melanda Pulau Lombok,” jelasnya. Setelah musibah gempa berlalu, pihaknya masih tetap melakukan komunikasi untuk meyakinkan pihak maskapai kalau LIA dan Pulau Lombok pada umumnya sudah dinyatakan aman.

 Namun hal itu, ujarnya, belum cukup untuk meyakinkan pihak maskapai. Terlebih dengan musibah gempa yang melanda Palu, Sigi dan Donggala, semakin memperparah kondisi. Tapi bukan berarti, peluang pembukaan rute Brunei-Lombok tertutup sama sekali.

Pasalnya, pihak maskapai mengatakan hanya akan menunda sementara waktu pembukaan rute  dan bukan membatalkan pembukaan rute. “Yang menjadi alasan utama pihak maskapai menunda pembukaan rute penerbangan ini bukan soal gempanya. Tapi dampak dari gempa tersebut,” terangnya.

 Di mana, pasca gempa angka kunjungan wisatawan ke Pulau Lombok khususnya menurun drastis. Oleh pihak maskapai menilai kondisi ini belum cukup menguntungkan dari sisi ekonomi, sehingga menunda pembukaan rute menjadi pilihan terbaik. (kir)