Robiatul Adawiyah Dorong Penguatan Nilai-nilai Toleransi

Mataram (Suara NTB) – Senator DPD RI Dapil NTB, Hj. Robiatul Adawiyah, S.E. menyerukan kepada masyarakat agar meningkatkan toleransi antarumat beragama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Di tengah-tengah kondisi negara kita yang multikultural, sudah seharusnya kita mewujudkan harmonisasi masyarakat melalui nilai-nilai toleransi.” ujar Robiatul Adawiyah saat mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI.

Iklan

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang dilangsungkan pada hari Jumat, 25 November 2016 di Yayasan Pondok Pesantren Al-Mannan, Desa Bagik Nyaka, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur itu terlihat sangat ramai karena melibatkan para guru, santri, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat yang secara keseluruhan berjumlah hampir 500 orang. Selain itu, yang ikut menghadiri kegiatan tersebut yaitu narasumber Camat Aikmel, H. Hadi Fathurrahman, Perwakilan Polsek Aikmel, Bripda. Baiq Lili Hartiani, dan Perwakilan Koramil, Lalu Hamzani.

“Dalam Q.S. Al-Hujurat ayat 13 juga dijelaskan bahwa Allah SWT menciptakan bermacam-macam bangsa, bermacam-macam suku, bermacam-macam bahasa, bermacam-macam budaya, adalah bertujuan agar satu sama lain saling bersahabat, saling menolong, saling menghormati, meskipun memiliki beragam latar belakang, seperti bangsa Indonesia berbeda latar belakang SARA (Suku, Adat, Ras, dan Agama),” kata Senator yang merupakan putri dari K.H. Abdul Rasyid Abdullah Syafi’ie, Pendiri Pondok Pesantren Al-Qur’an As-Syafi’iyah itu.

Senator Robiatul Adawiyah juga menyinggung soal Aksi Damai 4 November 2016. Menurutnya, “Aksi Damai 4 November  yang lalu menjadi bukti bahwa umat Islam mampu mewujudkan kesatuan sikap dan langkah demi menjaga kemuliaan kitab suci umat Islam, yaitu Al Qur’an. Hal ini pun hendaknya dijadikan pelajaran bahwa antarumat yang berbeda beragama harus mempunyai sikap saling menghormati terhadap kitab suci agama-agama yang ada di Indonesia.”

  Habib Rizieq Disambut dengan Tangan Terbuka

“Untuk itulah, saya menghimbau kepada seluruh masyarakat, baik muslim maupun non-muslim, hendaknya mengembangkan sikap saling menghargai dan menghormati atau bertoleransi dengan sesama anak bangsa, juga tidak saling menciderai kemuliaan agama atau keyakinan masing-masing,” tegasnya.

Senator kelahiran 16 September 1974 itu pun berpesan kepada seluruh santri Pondok Pesantren Al-Mannan untuk selalu semangat menimba ilmu, terutama ilmu agama. Menurutnya, supaya generasi bangsa memiliki prestasi serta moral dan etika yang baik, maka penguasaan ilmu pengetahuan harus diimbangi dengan ilmu agama. “Pelajar sebagai generasi penerus bangsa jangan pula mudah terprovokasi yang berpotensi dapat melemahkan persatuan dan kesatuan NKRI,” ujar Dewi Rasyid.

Pada akhir kegiatan, Senator Robiatul Adawiyah menyerahkan bantuan langsung secara simbolis. Bantuan tersebut diterima oleh TGH. Zamharir selaku Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al-Mannan. Senator Robiatul Adawiyah juga menyampaikan bahwa dengan diselenggarakan kegiatan  sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini, diharapkan dapat menampung saran dan pendapat dari masyarakat terkait pelaksanaan nilai-nilai luhur bangsa sebagaimana termuat pada Empat Pilar MPR RI. “Dengan bekal pengetahuan dan wawasan yang mendalam tentang Empat Pilar MPR RI itulah, diharapkan akan terjaga karakter nasionalisme dan toleransi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat di Provinsi NTB.” ujarnya. (r/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here