Ritel Wakaf Perdana Diresmikan di Lombok

Pengunjung mulai memadati Warung Wakaf untuk berbelanja. Setelah acara peresmian yang berlangsung Rabu (28/11)

Giri Menang (Suara NTB) – Global Wakaf kembali meluncurkan satu unit wakaf produktif, yakni Ritel Wakaf yang diberi nama Haromain Mart. Ritel yang dibangun di wilayah pondok pesantren Nurul Haromain ini, merupakan Ritel Wakaf pertama yang berdiri di Lombok bahkan di Indonesia.

Branch Manager Global Wakaf NTB, Lalu Muhammad Alfian menjelaskan, Ritel Wakaf ini merupakan salah satu bentuk pengabdian Global Wakaf kepada masyarakat. Pasalnya, ACT yang di dalamnya memiliki Global Wakaf, dibentuk atas dasar bagaimana umat bisa membangun umat.

Iklan

“Inilah caranya. Wakaf produktif yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Khalifah Usman telah memberikan contoh nyata,  hingga sekarang wakafnya masih kita bisa nikmati,” ungkap Alfian dalam acara peresmian Ritel Wakaf yang berada di Ponpes Nurul Haromain Narmada Lombok Barat, Rabu (28/11).

Dengan wakaf produktif, Alfian yakin bahwa Lombok akan bisa kembali dibangkitkan lebih baik sebelum bencana datang. Karena bencana yang selama ini mengguncang Lombok, memiliki banyak hikmah, terutama terealisasinya program wakaf produktif ini.

Sebelumnya Global Wakaf sudah meresmikan 10 unit warung wakaf. Warung yang lebih dekat dengan masyarakat dan mudah dijangkau. Namun hal tersebut tidak cukup, karena persaingan ekonomi umat semakin besar. Sehingga membutuhkan sarana yang lebih besar untuk turut bersaing membangun umat.

“Bentunya seperti Ritel wakaf ini. Dan Insya Allah nanti tanggal 4 kami akan selenggarakan event produk wakaf. Sekali lagi Alhamdulillah Lombok dipilih menjadi Lokasi berlangsungnya acara luar biasa ini,” jelasnya.

Sementara itu, Branch Manager PT Hydro Perdana Retalindo NTB, Sri Yuliani menjelaskan, Ritel Wakaf ini memiliki ukuran yang lebih luas dibandingkan dengan warung wakaf. Namun sistem pengelolaannya sama, yakni dengan menggunakan sistem yang terkomputerisasi.

“Sebagai operator pembangun ritel modern berbasis syariah. Hal ini menjadi tantangan kami. Kami tidak menyaingi ritel yang sudah ada, namun lebih kepada menyediakan pilihan bagi masyarakat,” paparnya.

Pilihannya antara yang hanya ingin berbelanja kebutuhan pokok, dengan yang ingin berbelanja sembari beribadah. Karena setiap keuntungan yang dihasilkan dari penjualan barang, merupakan wakaf.

Program wakaf yang dikelola Hydro di Lombok direncanakan akan terus bertambah. Untuk warung wakaf akan ditambah mecapai 100 unit. Sedangkan untuk Ritel Wakaf akan ditambah menjadi enam unit.

“Semua pengelolanya pondok pesantren. Di Lombok Barat ada tiga pondok pesantren. Di Lombok Utara dua dan Lombok Timur satu unit,” jelasnya.

Dalam cara peresmian tersebut, terlihat warga mulai berbelanja di Ritel Wakaf. Salah satunya Adelia Nurul Aini. Warga yang bertempat tinggal tak jauh dari Ritel Wakaf mengatakan, keberadaan Ritel Wakaf ini sangat baik. Karena setiap orang yang berbelanja, berarti sudah memberikan wakafnya.

“Ketika kita diberikan struk. Tertulis wakaf kita di sini. Jadi akadnya sudah jelas, dan keuntungannya juga kan diberikan kepada pondok dan untuk membangun wakaf-wakaf lainnya,” jelasnya.

Untuk ketersediaan barangnya sendiri, Adelia mengakui cukup lengkap. Mulai dari kebutuhan pokok, hingga rumah tangga lainnya. Sehingga menurutnya Ritel Wakaf tak hanya tempat berbelanja, namun juga tempat berwakaf. (*)