Ritel Modern Jadi Sasaran Maling

Tim Satreskrim Polresta Mataram menggeledah rumah pelaku spesialis pembobol toko ritel modern di Jempong, Sekarbela, Mataram.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Ritel modern mulai jadi sasaran pembobolan maling. Pelakunya, DD (16) dan Muji (28) diduga sudah beraksi membobol tujuh toko ritel modern di Kota Mataram. Yang dicuri pun sebenarnya cuma kebutuhan pribadi. Rokok. Aksi terakhir mereka terdeteksi di toko ritel modern di Jalan Gajahmada, Jempong, Sekarbela, Mataram.

“Pintu rolling door dirusak. Pintu kaca dipecahkan. Itu modus mereka,” ungkap Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa, Senin, 20 April 2020. Para pelaku ini, sambung dia, merupakan pasangan yang selalu beraksi berdua. Mereka sudah menyiapkan peralatan untuk membobol. Seperti linggis, cungkit, obeng, dan tas. Semua alat itu dibawa dari rumah. Mereka sudah niat benar. “Barang yang diambil rokok, makanan, minuman, dan korek api,” ungkapnya.

Iklan

Satu yang dilupakan para pelaku yakni bahwa ritel-ritel modern ini dilengkapi dengan CCTV. Jadi setiap perbuatan mereka terekam jelas. Mulai dari barang yang diambil sampai wajah dan pakaian yang dipakai saat beraksi. Minggu dini hari lalu merupakan hari di mana para pelaku ini menemui nasib apesnya. “Kita buru mereka menyikapi maraknya pembobolan minimarket dan gerai ATM,” kata Adi.

Penangkapannya pun tidak mudah. Tim Resmob Satreskrim Polresta Mataram harus kejar-kejaran dari Jempong Timur, Sekarbela, Mataram sampai Jereneng, Labuapi, Lombok Barat. Di batas kota Muji dan DD ditangkap. Mereka yang kabur dari kejaran harus dihentikan paksa. Sepeda motor Honda yang ditunggangi mereka disetop pakai timah panas.

“Barang bukti motor dan alat untuk membobol minimarket kita temukan dalam penguasaan mereka,” beber Adi. Adi mengungkapkan, DD yang masih di bawah umur merupakan spesialis pembobol minimarket yang sudah beraksi di beberapa tempat berbeda. Sementara Muji bukan orang baru. DD diduga direkrut Muji untuk berkeliling membobol minimarket. “Muji ini residivis dan sudah beraksi di tujuh tempat berbeda. Kita masih kembangkan ke TKP lain,” tutup Adi. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional