Risa dan Dadibou Kondusif, Warga Diimbau tidak Terprovokasi

Bima (Suara NTB) – Kapolres Bima, AKBP M. Eka Fathurahman, S.Ik  menghimbau kedua kelompok warga Desa Risa dan Dadibou Kecamatan Woha, agar tidak terpancing dan terprovokasi ulah oknum yang tidak bertanggung jawab. Imbauan itu disampaikan menyusul membaiknya situasi kedua desa bertetangga itu.

“Masyarakat jangan mudah percaya isu, adu domba dari pihak yang mencoba merusak situasi dan kondisi ini. Yang akan memancing reaksi bentrok susulan,” katanya, Senin, 5 Desember 2016.

Iklan

Menurut dia, kedua kelompok warga desa sempat terlibat bentrok, belum lama in. Mereka melakukan perang terbuka dengan senjata tajam. Pemicunya karena salah seorang warga desa Risa dibacok oleh oknum warga Dadibou.

“Kini kedua desa berdamai. Mereka sepakat dan komitmen menyerahkan kasus ini pada kepolisian untuk diproses secara hukum,”ujarnya.

Kapolres mengaku, pada saat terjadinya bentrokan tersebut, hingga kedua desa berdamai, pihaknya menerjunkan ratusan personil. Aparat Gabungan Polres Bima Kabupaten dan Polsek Woha. “Hanya saja, pada Sabtu (3/12) akhir pekan kemarin, telah ditarik kembali. Menyusul kondusifnya dua desa ini,” akunya.

Meski demikian, lanjutnya pihaknya akan tetap melakukan pendekatan kepada masyarakat. Menugaskan anggota Bhabinkantibmas dan dibantu Babinsa. Karena dikhawatirkan masih tersisa ketidakpuasan beberapa oknum.

“Pendekatan terhadap tokoh masyarakat terutama pemuda semoga saja masyarakat sadar hukum,” ujarnya.

Selain itu juga, Kapolres menambahkan, di dua desa setempat tetap dilakukan monitoring dan patroli rutin setiap saat. Baik siang hari maupun malam. Untuk memantau keamanan dan memastikan bentrokan tidak terulang lagi.
“Patroli dan turun di tengah masyarakat untuk memberikan himbauan. Saya mengajak warga dua desa ini untuk menjaga kantibmas wilayah masing-masing,” pungkasnya. (uki)

  Ditahan Jaksa, Kadus Gili Trawangan Ingin Keluar Penjara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here