Rika Paling Diminati Korban Gempa

Kepala Dinas LHK NTB, Madani Mukarom (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Minat masyarakat korban gempa membangun rumah instan kayu (Rika) cukup tinggi. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB sebanyak 5.897 unit Rika menjadi pilihan masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Ir. Madani Mukarom, B. Sc.F, M. Si mengatakan saat ini masyarakat menebang kayu kebun secara besar-besaran di NTB. Kayu kebun jenis Sengon banyak yang ditebang masyarakat memenuhi permintaan kayu untuk membangun hunian tetap (Huntap).

Iklan

Bahkan, kata Madani, NTB mendatangkan kayu dari Kalimantan, Sulawesi dan Maluku. ‘’Ada penebangan kayu besar-besaran di kebun masyarakat, seperti jenis Sengon,’’ katanya dikonfirmasi Suara NTB, Jumat, 28 Desember 2018 siang.

Madani tak memungkiri kayu-kayu yang banyak di tempat pengolahan kayu merupakan hasil illegal logging. Namun untuk pembuktiannya butuh waktu lama. Untuk mencegah adanya kayu hasil illegal logging di tempat-tempat pengolahan kayu, pihaknya menerjunkan petugas ke lapangan.

‘’Semua kita gerakkan. Kita juga periksa kayu yang masuk dari Kalimantan, Sulawesi dan Ambon Maluku,’’ ujarnya.

Ia mengatakan, belum mengetahui berapa jumlah kayu asal Kalimantan, Sulawesi dan Maluku yang sudah masuk ke NTB. Namun Madani mengatakan, sudah banyak kayu yang berasal dari daerah tersebut masuk ke NTB melalui Pelabuhan Kayangan Lombok Timur dan Pelabuhan Lembar Lombok Barat.

Untuk penggunaan kayu membangun Rika, kata Madani ada syaratnya. Yakni, kayu yang digunakan harus legal, bukan hasil illegal logging.

‘’Kayu Kalimantan, Sulawesi dan Maluku. Banyak yang sudah masuk lewat Lombok Timur dan Pelabuhan Lembar. Kita sedang pastikan berapa jumlahnya. Petugas sedang diterjunkan mengecek ke lapangan,’’ ucapnya.

Data BPBD NTB, sebanyak 5.897 unit Rika yang menjadi pilihan masyarakat tersebar di enam kabupaten. Yakni Lombok Barat 20 unit, Lombok Utara 4.315 unit, Lombok Tengah 9 unit, Lombok Timur 977 unit, Sumbawa Barat 105 unit dan Sumbawa 471 unit.

Rika yang sedang proses pembangunan 565 unit. Terdapat di Lombok Utara 104 unit, Lombok Timur 275 unit, Sumbawa Barat 94 unit dan Sumbawa 92 unit. (nas)