Rieke Diah Pitaloka : Ibu Nuril Korban Pangkat Dua

Mataram (suarantb.com) – Anggota komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka hadir dalam sidang keempat kasus ITE yang menjerat Baiq Nuril Maknun, Rabu, 24 Mei 2017 di PN Mataram. Ia bersedia menjadi penjamin penangguhan penahan Nuril. Ia menuntut agar Ibu Nuril dibebaskan.

Rieke menyatakan Ibu Nuril (36) adalah korban pelecehan seksual yang telah ditahan sejak 27 Maret 2017 dengan tuduhan dugaan mentransmisikan rekaman elektronik yang bermuatan kesusilaan.
“Saat ini saya berada di Mataram NTB, sedang berjuang untuk saudara kita Ibu Nuril. Mengabdi sebagai honorer di SMAN 7 Mataram,” ujarnya.

Iklan

Rieke menganggap Ibu Nuril adalah korban pangkat dua. Dilecehkan dengan bahasa, ditahan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar. Serta status kerja sebagai honorer minim perlindungan.

Ia menambahkan, Ibu Nuril diberhentikan dari pekerjaan, dipenjara dan harus mengalami persidangan karena dianggap mengungkap di media sosial indikasi tindak pelecehan seksual oleh atasannya, kepala sekolah. Sementara yang terindikasi kuat pelaku pelecehan seksual saat ini naik jabatan.

Ia mengatakan kehadirannya di PN Mataram untuk menjadi penjamin penangguhan penahanan Ibu Nuril. Ia mendukung agar majelis hakim mengabulkan permohonan penangguhan penahanan Ibu Nuril.
“Mari berikan dukungan kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Mataram agar menangguhkan penahanan BN. Hari ini saya hadir langsung di PN Mataram menjadi penjamin BN,” serunya. (bur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here