Ridwan Dipanggil Jadi Wasit PON/2021

Wasit PON asal NTB, Ridwan  (kanan) saat berada di Lapangan Voli Pasir GOR 17 Desember Turide Mataram, Kamis, 19 Agustus 2021.(Suara NTB/fan)

Mataram (Suara NTB) – Kesempatan Ridwan menjadi wasit Pekan Olahraga Nasional (PON) kembali terbuka. Setelah sukses menjadi wasit PON di Jawa Barat (Jabar) tahun 2016, kini bapak dua anak ini kembali dipanggil  oleh Pengurus Besar (PB) PBVSI untuk memimpin PON  XX di Papua, 1-11 Oktober tahun 2021.

Ketua Umum Pengprov PBVSI NTB, H. Surya Bahari yang dikonfirmasi Suara NTB di Mataram belum lama ini membenarkan bila Ridwan telah dipanggil resmi oleh PB PBVSI dan untuk memimpin PON XX/2021. “Surat panggilan Ridwan sebagai wasit PON sudah kami terima,” ucapnya.

Iklan

Dalam SK PB PBVSI terdapat sebanyak 17 wasit  nasional yang dipanggil untuk bertugas sebagai wasit di cabang olahraga voli pasir di PON XX/2021. Ridwan menjadi satu-satunya wasit dari NTB, sisanya 16 wasit lainnya merupakan wasit asal Bangka Belitung, Jabar, Jatim, DKI Jakarta, Jateng, DI Yogyakarta, Bali, Sulsel, Sumsel, Sumbar dan Papua.

Wasit asal Papua paling banyak yakni sebanyak enam orang, sementara provinsi lain masing-masing diwakili satu orang wasit.

Ridwan yang diwawancara Suara NTB, di Mataram, Kamis, 19 Agustus 2021 mengatakan bahwa sebelum menjadi wasit PON ia mengawali karirnya sebagai pemungut bola selama lima tahun. “Waktu jaman saya dulu harus jadi pemungut bola dulu baru bisa jadi wasit nasional. Kalau sekarang lebih mudah jadi wasit nasional, tidak perlu jadi pemungut bola dulu,” ucapnya.

Perjalanan  Ridwan jadi  wasit nasional olahraga voli pasir ternyata tak semudah membalikkan telapak tangan. Sebelum menjadi wasit Pekan Olahraga Nasional (PON) , ia telah melewati  proses seleksi begitu panjang.

Lelaki kelahiran Kabupaten Dompu, 11 Juni 1970 ini ternyata mengawali karirnya  sebagai pemungut bola di arena pertandingan voli pasir. Selama lima tahun menjadi pemungut bola barulah Ridwan diberikan kesempatan oleh pengurus cabor untuk mengikuti pelatihan wasit nasional dan tahun ini ia menjadi satu-satunya wasit dari NTB yang mendapat kesempatan menjadi wasit pertandingan cabang olahraga voli pasir  PON XX yang berlangsung di Kota Jayapura, 1- 11 Oktober 2021.

Bagi Ridwan, menjadi pemungut bola tidak mudah karena harus ada persyaratan khusus yang dipenuhi sebelum menjalankan pekerjaan itu. Ia harus mampu berlarian menuju bola yang keluar lapangan dan kepanasan, dehidrasi merupakan salah satu tantangan yang dihadapi pemungut bola di turnamen. Mereka juga bertugas memberikan handuk dan minuman kepada wasit dan atlet.Itulah gambaran umum pekerjaan anak bola. Memang terlihat remeh dan juga melelahkan, tapi bagi Ridwan yang saat itu masih kuliah semester dua di F-POK IKIP Mataram terus menjalankan profesinya dengan maksimal.

Lanjutnya, selama lima tahun menjadi pemungut bola barulah Ridwan dapat di kirim oleh PBVSI NTB mengikuti pelatihan wasit nasional. Setelah mendapat pelatih wasit, barulah Ridwan bisa memimpin event nasional. Hasilnya Ridwan sudah dipercaya memimpin beberapa pertandingan multi event olahraga nasional, diantaranya PON Kaltim 2008, PON Riau 2012, PON Jabar 2016 dan PON Papua 2021.

“Saya mulai jadi wasit sejak tahun 1990-an, dan sekarang ini dipanggil menjadi wasit PON Papua,” ujarnya. (fan)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional