Ribuan Warga Usia Produktif Jadi Korban Narkotika

0
Ivanto Aritonang. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – 6-7 ribu masyarakat usia produktif di Kota Mataram diduga menjadi korban penyalahgunaan narkotika. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mataram, AKBP Ivanto Aritonang menyebut hal tersebut perlu menjadi perhatian bersama.

“Saat ini kalau kita semua (stakeholder pemerintah, Red) bergabung daya tampung kita untuk rehabilitasi maksimal 250 orang untuk satu tahun lingkup Kota Mataram,” ujar Ivanto saat memberi keterangan, Senin, 5 April 2021.

IKLAN

Dengan dukungan BNNP di tingkat Provinsi daya tampung tersebut menurutnya dapat bertambah menjadi 350 orang per tahun. Kendati demikian, masih jauh kurang dari jumlah yang dibutuhkan.

“Ada juga yang kita kirim ke (Balai Besar Rehabilitasi) Lido, tapi itu untuk yang sudah sangat parah. Paling 1-2 orang, dengan biaya untuk transportasi ditanggung pihak keluarga. Kalau untuk pengobatannya semuanya gratis,” jelasnya.

Diterangkan, berdasarkan catatan Polresta Mataram yang diterima pihaknya sepanjang 2020 telah dilakukan beberapa penindakan. Antara lain 38 kasus di Kecamatan Cakranegara, 18 kasus di Kecamatan Mataram, 4 kasus di Kecamatan Ampenan, dan 2 kasus di Pagutan.

“Ini paling banyak (penyalahgunaan) shabu-shabu. Hampir 95 persen shabu-shabu,” ujar Ivanto. Selain itu beberapa wilayah menurutnya tercatat sebagai kawasan rawan. “Antara lain di Karang Bagu, Abian Tubuh, Bintaro, dan Gomong,” sambungnya.

Di sisi lain, Pemkot Mataram disebutnya telah menyusun upaya penanganan di wilayah rawan tersebut. Namun saat ini sedang mengalami kendala setelah refocusing atau realokasi anggaran akibat pandemi Covid-19.

“Seperti Karang Bagu sudah kita kerjakan dari tahun lalu bersama Pemkot untuk penanggulangannya. Hanya saja terkendala anggaran karena refocusing Covid-19. Kita sudah ada metode penanganan untuk Karang Bagu, di sana bukan hanya BNN saja. Tapi ada stakeholder seperti dari Bakesbangpol dan lain sebagainya,” tandas Ivanto. (bay)