Ribuan Ton Kuota Bibit Jagung untuk Lobar Dipangkas

Giri Menang (Suara NTB) – Kuota bibit jagung yang diterima oleh Lombok Barat (Lobar) tahun ini mengalami pemangkasan yang signifikan. Terdapat ribuan ton bibit jagung berkurang dibandingkan tahun sebelumnya. Pemangkasan ini merupakan kebijakan pusat, di mana setiap daerah terkena kebijakan pemangkasan bibit jagung.

‘’Dampak pemangkasan bibit jagung ini sendiri dikhawatirkan memicu protes petani, Dinas Pertanian (Distan) pun bakal melakukan langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya gejolak,’’ ujar Kepala Distan Lobar H. Muhur Zokhri, Selasa, 22 Mei 2018.

Iklan

Menurutnya, jatah kuota benih jagung untuk Lobar berkurang sekitar 3.260 ton. Pasalnya jika melihat kuota tahun lalu sebanyak 5.605 ton, namun menurun menjadi 2.345 ton tahun ini. “Ribuan ton berkurang untuk jatah bibit jagung, dampaknya di Lembar bahkan hilang total,” jelas Muhur.

Dijelaskan, sesuai hasil rapat penetapan alokasi padi, jagung dan kedelai (pajale) jatah alokasi bibit kedelai 5.630 hektar dan kedelai 2.250 hektar, sedangkan padi 3725 hektar. Namun setelah berjalan, anggaran mengalami pemangkasan. Imbasnya pun jatah provinsi berkurang, begitu pula jatah untuk Lobar.

Diakuinya, kebijakan pengadaan bibit jagung ini di provinsi, pihak dinas hanya mengusulkan kelompok yang memperoleh. Setelah diusulkan pihak provinsi yang turun verifikasi, mana kelompok yang layak maka itulah yang diberikan bantuan.

Lebih jauh kata Muhur, total luas potensi lahan jagung di Lobar sendiri kurang lebih 8 ribu hektar. Jika semua disasar, maka kebutuhan bibit jagung mencapai 120.000 ton. Artinya terdapat defisit yang lumayan besar jika dibandingkan jatah hanya 2.345 ton tahun ini. Itu jika hitungan 15 kilogram per hektar. (her)