Ribuan Peserta Semarakkan Karnaval Pesona Bau Nyale

Praya (Suara NTB) – Rangkaian puncak perayaan Festival Pesona Bau Nyale tahun 2017, di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Kamis, 16 Februari 2017 dimulai dengan karnaval Pesona Bau Nyale. Karnaval diikuti ribuan peserta dari seluruh kecamatan, sekolah dan SKPD lingkup Pemkab Loteng. Tidak hanya itu, sejumlah kabupaten/kota juga turut ambil bagian pada event budaya tahunan masyarakat Loteng ini.

Karnaval dimulai dari lapangan PSLT Praya, melewati panggung kehormatan di depan kantor Bupati Loteng dan berakhir di depan Masjid Agung Loteng. Berbagai atraksi budaya ditampikan para peserta karnaval kali ini hingga membuat jalanya karnaval berlangsung semarak.

Iklan

Di panggung kehormatan  peserta karnaval disambut Wabup Loteng, L. Pathul Bahri, S.IP, anggota FKPD Loteng, Sekda Loteng, H.M. Nursiah, M.Si., Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. L. Moh. Faozal, S.Sos, MSi.,  beserta para tamu undangan lainnya.

“Di luar peserta dari Loteng ada juga peserta dari praja IPDN Kampus NTB, Kabupaten Lombok Utara (KLU) hingga Kota Mataram,” terang Kabag Humas dan Protokol Setda Loteng, Drs. H.L. Herdan, M.Si., di sela-sela kegiatan karnaval.

Ia menjelaskan, khusus untuk peserta dari Loteng itu dilombakan. Di mana nantinya akan dinilai dari beberapa aspek. Herdan mengatakan, kegiatan karnaval selalu digelar sebagai pembuka puncak perayaan Bau Nyale. Di mana setelah karnaval selesai, masyarakat selanjutnya akan bergerak menuju Pantai Seger Kuta, tempat puncak perayaan Bau Nyale digelar dan beberapa lokasi perayaan lain, seperti di Pantai Selong Belanak hingga Pantai Mawun.

Karnaval Pesona Bau Nyale merupakan wahana untuk memperkenalkan berbagai jenis kebudayaan masyarakat Loteng, mulai dari kesenian, pakaian adat maupun potensi alam yang dimiliki. Dengan begitu, masyarakat luas bisa tahu apa saja kekayaan masyarakat Loteng.

Kegiatan itu mendapat atensi luas masyarakat Kota Praya dan sekitarnya. Di mana ribuan masyarakat tumpah ruah di sepanjang jalur karnaval untuk menyaksikan para peserta karnaval.

“Karnaval ini kita harapkan juga bisa menjadi tontonan yang mendidik bagi masyarakat. Utamanya dalam hal mengenal kebudayaan yang ada di daerah ini,” tegasnya. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here