Ribuan Pelamar CPNS dan PPPK di Lotim dan Lobar Tak Memenuhi Syarat

Ilustrasi Tes CPNS

Selong (Suara NTB) – Ribuan pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) non guru di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) berguguran dalam rekrutmen tahun ini. Gugurnya para pelamar itu dikarenakan tidak memenuhi syarat (TMS) administrasi yang diumumkan, Selasa 3 Agustus 2021.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengambangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lotim, Drs. Salmun Rahman, menyebutkan total jumlah pelamar CPNS dan PPPK di Kabupaten Lotim sebanyak 9.995 pelamar. Di antaranya untuk pelamar CPNS sebanyak 4.308 pelamar, PPPK formasi non guru 537 pelamar dan PPPK formasi guru sebanyak 5.250 pelamar.

Iklan

Dari 4.308 pelamar untuk CPNS ini, pelamar yang dinyatakan memenuhi syarat (MS) sebanyak 2.779 pelamar. Sementara untuk PPPK formasi non guru dengan jumlah 537 pelamar, yang dinyatakan memenuhi syarat sebanyak 377 pelamar. Sementara untuk PPPK formasi guru belum ada informasi lebih lanjut dari Kemendikbud Ristek.

Dalam pendaftaran CPNS dan PPPK ini, ditegaskan Salmun Rahman diatur dalam sistem CASN. Di mana terdapat dua sistem yaitu sistem yang berada di bawah kendali BKN yaitu CPNS dan PPPK non guru. Sementara untuk guru sistemnya diatur oleh Kemendikbud Ristek pusat. Perbedaan sistem ini tentunya berbeda operasional atau cara kerjanya.

 “Pelamar yang memenuhi syarat ini kemungkinan bertambah seiring diberikannya waktu masa sanggah bagi pelamar yang dinyatakan TMS. jawab sanggah tanggal 4 sampai 6 Agustus 2021. Dalam masa sanggah ini tidak dilakukan perbaikan dokumen,” terang Salmun.

Kondisi serupa juga terjadi di Lombok Barat (Lobar). Jumlah pelamar formasi CPNS di Lobar yang TMS dari hasil seleksi administrasi yang ditutup tanggal 2 Agustus lalu cukup banyak. Dari 2.910 orang pelamar yang mendaftar, ada 1.189 orang yang memenuhi syarat (MS) sedangkan ada 1.721 orang yang dinyatakan TMS. Artinya sebagian besar pelamar CPNS ini dinyatakan TMS. Namun demikian mereka masih punya kesempatan untuk melakukan sanggah.

Kasubid Pengadaan Pegawai pada BKD dan PSDM Lobar Hirman Zulkarnain menyebut dari 2.910 pelamar CPNS yang melamar, sebagian besar TMS. “Sebanyak 1.189 orang dinyatakan MS,dan ada 1.721 yang TMS,” sebut Hirman, Selasa, 3 Agustus 2021.

Kalau dipersentasekan, maka yang TMS 59 persen sedangkan 41 persen MS. Kebanyakan yang pelamar TMS, dari hasil rekapannya adalah terkait dengan tidak mengunggah dokumen akreditasi dan STR pada formasi bidan. Selain itu ada faktor-faktor lain terutama syarat wajib.

Pelamar yang paling banyak TMS pada formasi bidan. Dari ribuan pelamar di formasi itu sekitar 620 tidak memenuhi syarat. “Penyebab karena banyak tidak meng-upload STR,” ujarnya. Lebih lanjut, banyaknya Pelamar TMS ini tidak sampai menyebabkan mempengaruhi pelamar pada formasi CPNS yang ada. Artinya terdapat  tujuh formasi kosong akibat tidak ada pelamar.

Ia menambahkan, pelamar yang TMS diberikan waktu sanggah. “Masa sanggah dimulai sejak tanggal 4 Agustus sampai 6 Agustus,”imbuhnya.  (yon/her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional