Ribuan Obat Kuat dan Kosmetik Ilegal Kembali Diamankan Polisi

Mataram (suarantb.com) – Ribuan obat kuat dan kosmetik berbagai merek tanpa izin edar, diamankan Polda NTB. Ribuan obat ilegal tersebut diamankan dalam tiga pengungkapan di lokasi terpisah, pada kisaran bulan November ini.

Menurut Kasubdit III Ditresnarkoba Polda NTB, AKBP Anak Agung Gede Agung, pengungkapan pertama dilakukan pada 5 November 2016 dengan tersangka berinisial M (39) asal Lombok Tengah (Loteng). Sebanyak dua dus obat ilegal diamankan.

Iklan

“Hasil penyelidikan kita. Kita mengungkapnya di jalan Bertais, Sweta. Dari hasil lidik di pasar tradisional, kami mengungkap pelaku saat membawa barang-barang tersebut,” ujarnya saat menggelar ekspos tersangka, Selasa, 22 November 2016.

Dari pengakuan tersangka, polisi kemudian melakukan pengembangan, dan menemukan tersangka kedua seorang perempuan berinisial LP (46) asal Karang Bedil, Cakra.

“Dari pengembangan kita dapatkan, dari dua dus menjadi empat dus. Masing-masing per dus dijual Rp 800.000,” jelasnya.

Obat-obat tersebut beredar bebas di pasar-pasar tradisional di Cakra sampai Loteng. Menurut Agung, pengguna kosmetik ilegal tersebut relatifnya wanita berumur 15 hingga 40 atau 50 tahun, sehingga diimbau untuk tidak sembarang membeli kosmetik yang dijual bebas di pasar.

“Kasus ke tiga diungkap pada 17 November di wilayah hukum Polres Bima Kota. Diamankan seorang pemilik berinisial MJ, bekerja sama dengan Tim Balai Pom Mataram, dan dibekuk oleh Polres Bima. Kita menemukan obat-obat yang tidak memiliki izin gudang,” ungkapnya.

Ketiga tersangka dapat dijerat undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Sementara menurut Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan Balai POM Mataram, Dra I Gusti Ayu Nengah Swaningsih, salah satu kosmetik ilegal tersebut mengandung senyawa merkuri.

“Apabila digunakan dalam jangka waktu tertentu akan menimbulkan efek samping merusak wajah. Mungkin jangka pendeknya akan memutihkan wajah, tapi jangka panjangnya bahaya. Kemudian senyawa merkuri ini melalui kulit akan terserat ke pembuluh darah. Bisa jadi menimbulkan gangguan fungsi ginjal,” jelasnya. (szr)

  Habiskan Anggaran Besar, Dewan Kritisi Peningkatan Keparahan Kemiskinan di Lobar

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here