Ribuan Mesin Produksi IKM Lokal Ditargetkan Tuntas Desember 2020

Aktivitas perbengkelan di UD. Restu Ibu Lenek. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pengerjaan sebanyak 2.132 mesin produk IKM lokal yang dipesan Pemprov NTB ditargetkan tuntas Desember mendatang. Sedangkan pada peringatan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus mendatang, sebanyak 200 mesin produk IKM lokal NTB ditargetkan sudah jadi.

‘’Kita mau kasih kado pada  HUT RI 17 Agustus ada  200 mesin yang sudah jadi.  Kemudian kado dua tahun kepemimpinan Pak Gubernur dan Wakil Gubernur masih kita petakan berapa kita produksi. Kemudian endingnya nanti pada HUT NTB, Desember mendatang selesai semuanya 2.132 unit,’’ sebut Direktur Science Technology and Industrial Park (STIPark) NTB, M. Khairul Ihwan, MT dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 15 Juli 2020.

Iklan

Dikatakan, pada minggu ini kontrak dengan IKM yang mengerjakan ribuan mesin tersebut sudah rampung. Ia menjelaskan, kontrak dengan IKM agak mundur karena harus dipersiapkan administrasi. Supaya tak menjadi permasalahan di kemudian hari.

Ihwan menjelaskan pada Rabu, 15 Juli 2020, pihaknya mengumpulkan 41 IKM mitra di STIPark NTB. Dengan agenda penjelasan teknis tentang mesin-mesin yang dipesan OPD Pemprov NTB tersebut.

‘’Setelah itu, time schedule-nya sudah ada. Siapa mengerjakan apa. Kemudian verifikasi IKM sudah kita lakukan. Kapasitas produksinya sudah kita petakan. Kemampuan teknis dan modal sudah kita petakan,’’ terangnya.

Ia menjelaskan, ada tiga tipe IKM permesinan dan logam yang ada di NTB. Pertama, IKM yang tidak memiliki legalitas tetapi memiliki kemampuan untuk ikut terlibat dalam  pembuatan mesin-mesin pesanan Pemprov NTB. Kedua, IKM yang memiliki legalitas dan kemampuan tetapi tak punya modal.

‘’Ada juga IKM yang sudah memiliki kemampuan, legalitas dan modalnya sedikit tapi tak banyak. Makanya strategi kita pakai kemitraan. Mana IKM yang tak memiliki modal kita fasilitasi  dengan Bank NTB Syariah  dan Bank BNI Syariah,’’ jelasnya.

  Harga Cabai Melonjak Drastis Capai Rp50 ribu - Rp65 ribu/Kg

IKM-IKM yang belum memiliki izin atau legalitas, inilah yang menginduk di IKM mitra. ‘’Polanya seperti itu supaya lebih cepat. Sehingga segera berproduksi,’’ katanya.

Ia menyebutkan, sebanyak 120 jenis mesin yang akan dibuat dengan pesanan sebanyak 2.132 mesin tersebut. Sebanyak 40 jenis mesin sudah ada prototipe-nya di STIPark NTB. Sisanya sedang dipabrikasi. Ihwan menambahkan, pihaknya juga membuat Posko IKM Permesinan di STIPark.

‘’Bagi yang kesulitan teknis, bisa datang ke posko kami. Dilayani tim inovasi. Karena mengerjakan 2.000 mesin ini pekerjaan berat. Sehingga harus dikerjakan praktis,’’ tandasnya.

Pesanan mesin dan alat olahan tersebut tersebar di sembilan OPD teknis. Yakni, Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Kemudian Dinas Perindustrian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMPD Dukcapil) NTB.

Pengadaan mesin-mesin tersebut merupakan bagian dari program stimulus ekonomi untuk mengatasi dampak ekonomi Covid-19. Untuk program stimulus ekonomi, Pemprov mengalokasikan anggaran sebesar Rp86 miliar. Dalam anggaran tersebut, salah satunya digunakan untuk membeli mesin-mesin pengolahan produk IKM lokal. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here