Ribuan Masyarakat Antusias Hadiri Puncak FPT

Dompu (Suara NTB) – Festival Pesona Tambora (FPT) tahun 2017 di padang Savana Doro Ncanga berlangsung sukses. Ribuan masyarakat memenuhi padang savana, tidak hanya dari masyarakat Dompu, tapi juga dari luar daerah ikut memeriahkan event tahunan yang ditetapkan Presiden tahun 2015 itu.

Kebersamaan masyarakat Dompu dan bahu membahu memenuhi padang savana Doro Ncanga ini menjadi bagian dari sejarah titik awal kemajuan pariwisata Dompu. Tetapi animo wisatawan berkunjung tidak lepas dari sejarah masa lampau yang disimpan gunung Tambora yaitu letusannya pada April 1815 lalu.

Iklan

Penyanyi legendaris, Dewi Yul bersama penerjun dari TNI angkatan udara ikut memeriahkan FPT 2017.

“Hal ini membuat festival ini memuat sejarah masa lalu yang bisa dimanfaatkan untuk masa depan. Perlu diketahui, dalam ekonomi kreatif, story telling itu penting. Karena kita memakan sesuatu, membeli fashion, membeli baju, membeli tenun, tidak ada cerita di belakangnya, tidak ada harganya, nilai tambahnya,” kata kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, Triawan Munaf yang mewakili Wakil Presiden RI, H. M. Jusuf Kalla pada puncak acara FPT tahun 2017, Selasa, 11 April 2017.

Ekonomi kreatif diharapkan bisa menjadi andalan dalam skema besar pembangunan Dompu dan NTB kedepan selain jagung, pariwisata, dan gula nantinya. Pada PDRB nasional tahun 2015, ekonomi kreatif menyumbang sekitar Rp 852 triliun dan 2016 sebesar Rp 900 triliun. Kedepan akan semakin besar dengan potensi sumber daya alam (SDA) yang sangat besar.

“Saya mengajak kepada kita semua untuk mengembangkan ekonomi kreatif dalam pengembangan destinasi pariwisata Tambora,” harapnya.

Triawan Munaf juga mengungkapkan, pemilihan lokasi festival di padang Savana di kaki gunung Tambora menjadi bagian dari komitmen pemerintah pusat dan Provinsi dalam menyukseskan agenda pariwisata. Penyelenggaraan festival tahunan semakin lama semakin aktualitas penataannya, dapat mengakselerasi pesona Tambora sebagai destinasi yang menjanjikan.

“Pariwisata yang ingin kita dapatkan, pariwisata yang memiliki multiplier effect,” terangnya.

Pengembangan wilayah Tambora sebagai destinasi akan bersinergi dengan tersedianya restoran, rumah makan, akomodasi yaitu gueshouse, home stay, kerajinan khas daerah dan lain – lain. Tentunya kuliner yang menjadi andalan kita. “Kemarin saya dijamu di rumah dinas Bupati. Saya memalukan, karena nambah nasi tiga kali, maaf sekali bapak,” ungkapnya.

Ia pun mengingatkan kepada pemerintah daerah soal beberapa destinasi yang gagal memanfaatkan potensi daerah untuk kebutuhan pariwisata dan justru didatangkan dari daerah lain. Di bebarapa tempat bahkan menyuguhkan minuman penyambutan bukan dari potensi dalam daerah.

“Kopi di home stay, jangan kita menyuguhkan kopi dalam saset. Tapi kopi daerah. Kopi Dompu ini, saya rasakan luar biasa. Kopi Tambora yang luar biasa enak,” katanya. Bahkan ia langsung meminta bahan kopi Tambora untuk dibawanya ke Jakarta.

Menjadi tugas Badan Ekonomi Kreatif untuk mengakselerasi, bahkan di beberapa daerah dengan program Ikon ditempatkan tim yang terdiri dari desainer, ahli kemasan, ahli branding, turun ke daerah melakukan bimbing pengemasan dan pengembangan.

“Kami juga sudah laksanakan di kota Bima tahun 2016. Kami juga sudah menandatangani nota kesepahaman dengan Wali Kota Mataram dalam pelaksanaan tugas dan fungsi ekonomi kreatif. Saya juga akan melaksanaan MoU yang ditandatangani formal, tapi yang difollow up, dikerjakan nyata sehingga kita melakukan bottom up, sehingga potensi daerah menjadi potensi ekonomi kreatif nasional,” katanya.

Deputi Kelembagaan Kementerian Pariwisata RI, Prof Dr Armansyah menyampaikan Dompu telah mengguncang dunia dengan gunung Tamboranya. Festival Tambora yang pertama kali dilounching di Kementerian Pariwisata dengan tema Tambora mengguncang Dunia telah terbukti yang ditandai dengan pemberitaan Tambora, tidak hanya mengguncang Nusantara tapi seluruh kawasan Negara di dunia.

“Jadi pengembangan pembangunan Indonesia kedepan, tentu tidak bisa hanya mengandalkan kepada SDA yang semakin lama semakin menurun, tetapi kita mengembangkan potensi yang kita miliki melalui pariwisata. Kita ini punya wisata alam, punya wisata budaya, punya wisata buatan manusia. Apa yang ada di Dompu ini semua ada,” katanya.

Tahun 2017 ini, Kementerian Pariwisata akan bantu Dompu dengan sumber daya manusia (SDM) dalam bentuk pelatihan sumber daya manusia sadar wisata, gerakan sadar wisata dan pembinaan manajemen home stay kepada masyarakat.

“Kami juga akan mensuport Kabuapten Dompu dengan program yang lain lebih mendasar. Dari sisi pelaksanaan sapta pesona,” katanya. “Kami akan terus mengawal, sehingga kedepan Tambora menjadi ikon nasional, ikon dunia. Inilah Tambora, inilah Dompu, inilah NTB,” tambahnya.

Wakil Gubernur NTB, H. Muh Amin, SH, M.Si mengatakan, NTB memiliki banyak potensi alam dan dengan potensi ini akan terus dieksplor, membangun infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih dan listrik. Untuk sistem listrik, di pulau Lombok kini sudah surplus 61 mega watt dan di pulau Sumbawa sedang dalam proses penambahan kapasitas listrik 2 x 25 mega watt.

“Tanpa ada jaringan listrik, kita ndak akan mungkin menumbuhkembangkan industri kreatif,” katanya.

NTB kata Amin, menargetkan kunjungan wisata hingga 3,5 juta orang tahun 2017. Target ini diyakini bisa tercapai, terlebih KEK Mandilaka menjadi salah satu destinasi yang diprioritaskan pemerintah untuk ditata dan dibangun tahun 2017. Dengan adanya promosi yang dilakukan, akan berpeluang besar akan kita tinggkatkan di masa akan datang. Karena di 10 kabupaten/kota ini memiliki destinasi dan keunggulan masing – masing.

“Ini adalah momentum untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita,” katanya.

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin dalam sambutannya mengungkapkan, sejak tiga hari sebelum puncak pelaksanaan FPT 2017 masyarakat Dompu sudah memadati padang savana Doro Ncanga dengan sukarela. “Satu hal yang ingin saya tekankan di sini, kebersamaan kita. Kita terus bersama-sama seperti ini, apapun tantangannya, akan kita lalui bersama,” katanya.

Bambang mengaku, masih banyak kekurangan dan membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk menjadikan pariwisata di Kabupaten Dompu ini menjadi sesuatu yang berkelas dan sesuatu yang hebat pada waktunya. “Kami bertekad, kami akan belajar dari pengalaman,” tegasnya.

Karena tempat dengan hamparan laut, savana, dan gunung bersatu dalam satu tempat hanya ada di Dompu. Padang savana ini kedepan tetap bisa dikembangkan tanpa harus menghilangkan ciri khasnya dan tidak perlu hotel berbintang untuk akomodasinya, tapi didesain penginapan yang tetap menyatukan dengan alam. (ula/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here