Ribuan Liter Miras Hasil Operasi Pekat Dimusnahkan

Praya (Suara NTB) – Lebih dari 3 ribu liter minuman keras (miras) hasil operasi pekat (penyakit masyarakat) awal bulan Mei dimusnahkan jajaran Polres Lombok Tengah (Loteng) di halaman Mapolres Loteng, Jumat, 12 Mei 2017. Tidak hanya itu, polisi juga memusnahkan narkoba jenis sabu dan perlengkapan judi.  Acara pemusnahan miras, narkoba dan perlengkapan judi ini disaksikan Ketua DPRD Loteng, H. Achmad Puaddi FT, para tokoh agama dan masyarakat lainya.

Data yang diperoleh Suara NTB, miras yang dimusnahkan miras jenis bir sebanyak 343 botol dan belasan miras dengan kadar alkohol tinggi. Selain itu, ada 261 liter miras tradisional jenis brem dan 3.252 liter tuak. “Miras-miras yang dimusnahkan kali ini merupakan hasil operasi di 16 lokasi di semua wilayah Loteng. Dengan jumlah tersangka sebanyak 20 orang,” terang Kapolres Loteng, AKBP Kholilurrochman, SIK, kepada wartawan usai pemusnahan.

Iklan

Selain itu ada juga barang bukti narkoba dari 6 orang tersangka pengedar dari 5 pengungkapan dengan barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 3,7 gram ditambah barang bukti alat serta uang tunai hasil judi senilai Rp 10 juta dari total 7 kasus yang diungkap. “Selain barang bukti miras, sementara masih diamankan. Untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut,” tambahnya.

Operasi pekat digelar, sebagai salah satu upaya cipta kondisi guna memberantas penyakit masyarakat yang ada, mulai dari peredaran miras, narkoba, judi hingga prostitusi. Di mana untuk kasus prostitusi, pihaknya berhasil mengungkap dua kasus dengan seorang tersangka yang saat ini masih dalam proses pengembangan.

Ke depan, dalam upaya menekan penyakit masyarakat pihaknya sudah membangun komitmen dengan pihak DPRD Loteng serta para tokoh agama dan masyarakat di daerah ini untuk bersama-sama bergerak. Karena tentu, aparat kepolisian tidak akan bisa sendirian memberantas penyakit masyarakat tanpa ada dukungan dari elemen masyarakat lainnya.

Lebih lanjut Kholilurrochman menambahkan, setelah operasi pekat, Polres Loteng kini menggelar operasi patuh dengan sasaran dan target yang hampir sama. Tetapi dengan cakupan yang lebih luas lagi. “Operasi patuh ini kita gelar menjelang bulan puasa. Harapannya, bisa tercipta keamanan dan kenyamanan menjelang dan selama puasa. Sehingga masyarakat, khususnya umat muslim yang menjalankan ibadah puasa bisa tenang beribadah,’’ terang mantan Kasubdit III Direskrimum Polda NTB ini. (kir)

Advertisement