Ribuan Korban Banjir di Dua Kecamatan Butuh Logistik

Korban banjir di Lingkungan Mantro Kelurahan Bada, saat gotong royong membersihkan material lumpur kiriman banjir, Rabu, 24 Februari 2021.(Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Ribuan kepala keluarga terdampak banjir di Kecamatan Woja dan Dompu, butuh bantuan logistik. Pasalnya, setelah bencana alam itu meredam rumah mereka pada Selasa malam, baru mie instan yang disalurkan BPBD. Itupun tidak merata untuk semua wilayah.

Kepala Lingkungan Mantro Kelurahan Bada, Buyung kepada Suara NTB disela gotong royong membersihkan material lumpur, Rabu, 24 Februari 2021 menyampaikan, pasca luapan Sungai Silo itu surut, puluhan korban terdampak banjir memang mendapat bantuan logistik dari BPBD.

Iklan

Namun demikian, jumlahnya sangat terbatas pun hanya berupa mie instans. Sementara untuk makanan siap saji, terpal dan keperluan lain sampai saat ini belum ada. BPBD kabarnya terkendala anggaran yang belum bisa dicairkan. “Tadi malam baru mie instan. Untuk makanan siap saji dan sebagainya belum ada,” ungkapnya.

Terendamnya pemukiman warga berikut perabotan rumah tangga, menurut dia, tidak memungkinkan bagi para korban untuk memasak. Karenanya, bantuan makanan siap saji dan air bersih sangat dibutuhkan.

Khusus Lingkungan Mantro, tercatat 45 kepala keluarga terdampak bencana alam tahunan tersebut. Namun beruntung tidak ada temuan korban jiwa atau luka-luka. “Hanya beberapa orang yang gatal-gatal tadi, cuma sudah ditangani langsung oleh tim medis puskesmas. Intinya sekarang kebutuhan logistik yang mendesak,” tegasnya.

Harapan serupa juga disampaikan Fitri, salah seorang korban banjir di Desa Wawonduru. Menurut dia, sejak luapan air malam kemarin sampai hari ini belum ada sedikitpun bantuan dari pemerintah. BPBD baru sekedar turun mendata dan membantu proses evakuasi kepala keluarga terdampak.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Dompu, Jufri, ST, M.Si, melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik, Marwan dikonfirmasi Suara NTB mengakui, bahwa pihaknya baru menyerahkan bantuan logistik berupa mie instan untuk korban banjir di dua kecamatan. Bahkan beberapa wilayah diantaranya seperti Dusun Mangge Maci, Ama Maka dan Desa Wawonduru Kecamatan Woja, belum sama sekali tersentuh bantuan tersebut.

Hal itu tidak lain dampak dari belum bisa dilakukannya pencairan anggaran penanggulangan kedaruratan yang dimiliki. “Untuk sementara baru mie saja tadi malam, kalau makanan siap saji memang belum ada karena kendala pencairan anggaran,” pungkasnya. (jun)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional