Ribuan Hektar Lahan Pertanian Loteng Terancam Kekeringan

Praya (Suara NTB) – Sekitar 3 ribu hektar lebih lahan pertanian di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) saat ini terancam kekeringan. Bahkan di beberapa lokasi, kondisi tanaman padi petani sudah hampir bisa dipastikan dinyatakan gagal tanam.
Demikian diungkapkan Sekretaris Dinas Pertanian Loteng, Taufikurahman P., kepada wartawan, Sabtu, 12 Mei 2018.

Kebanyakan laporan kekeringan yang masuk, ujarnya, berasal dari wilayah Loteng bagian selatan. Mengingat, di wilayah tersebut cukup banyak petaninya yang menanam padi. Padahal pemerintah daerah sebelumnya tidak merekomendasikan petani setempat untuk menanam padi, karena kondisi air yang terbatas pada musim tanam kedua tahun ini. Ditambah lagi dengan kondisi cuaca yang sudah memasuki musim kemarau dan intensitas hujan sudah jauh berkurang.

Iklan

“Rupanya petani terlalu bersemangat untuk menanam padi. Padahal oleh pemerintah tidak direkomendasikan untuk menanam padi. Tapi karena terpengaruh kondisi tahun lalu yang kondisi cuaca cukup bagus. Sehingga bisa menanam padi kembali di musim tanam kedua kali ini,’’ tambahnya.

Ia menjelaskan, untuk musim tanam kedua kali ini luas areal tanam yang direkomendasikan untuk tanaman padi sekitar 23 ribu hektar. Sementara yang luas tanaman padi saat ini lebih dari itu. Dan, itulah yang berpotensi mengalami kekeringan.

Bagi tanaman padi yang sudah keluar bunga, ada kemungkinan bisa terselamatkan. Karena memang padi pada periode tersebut tidak terlalu membutuhkan banyak air. Tetapi bagi tanaman padi yang belum keluar bunga, apalagi baru tanam, potensi gagalnya cukup besar. Sehingga bagi petani yang belum telanjur menanam, dan masuk di daerah yang tidak direkomendasikan untuk menanam padi, ada baiknya tidak memaksakan diri untuk menanam padi.

Terhadap lahan-lahan pertanian yang terancam kekeringan tersebut, pihaknya tetap melakukan upaya-upaya penyelamatan. Misalnya, dengan memberikan bantuan peminjaman mesin pompa air bagi lahan pertanian yang berada dekat dengan sumber air baku. Termasuk dengan menyalurkan air ke daerah-daerah yang masih memungkinkan.

Sementara itu, pantauan Suara NTB di beberapa lokasi menunjukkan lahan petani sudah mulai mengering. Bahkan tanah sudah mulai retak-retak, lantaran sudah tidak ada air di lokasi tersebut. Tanaman padi juga sudah mengering dan menguning menandakan kekurangan air.

Air hujan sendiri yang diharapkan bisa menjadi sumber air baku sudah beberapa minggu tidak turun. Para petani pun mengaku, kalau tidak suplai air baku banyak tanaman padi petani yang dipastikan bakal mengalami gagal tanam alias puso. (kir)