Ribuan Buku Pusda NTB Hilang

Mataram (suarantb.com) – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi (DPKP) NTB, Lalu Saswadi menyatakan ribuan koleksi buku di DPKP NTB alias Perpustakaan Daerah (Pusda) hilang. Lantaran pengunjung tak mengembalikan buku yang telah dipinjam.

“Sekitar 6 ribu buku tahun 2016 hilang, tidak ada yang kembali. Sudah kita cari sampai ke rumahnya, ndak ada yang ketemu,” ungkapnya pada media, Senin, 22 Mei 2017.

Iklan

Tak adanya sanksi bagi peminjam yang terlambat mengembalikan buku diakui Saswadi menjadi alasan utama. Sementara sanksi larangan meminjam buku setelah terlambat mengembalikan menurutnya masih belum optimal.

Jalan keluar yang ditawarkan Kadis ini adalah peminjam diwajibkan memberi jaminan sebelum meminjam buku. “Nanti kalau mungkin ada deposit atau titipan sebelum pinjam buku. Kita minta deposit uangnya, pas jadwal kembali dua minggu dia baru bisa ambil uangnya,” sahutnya. “Supaya tertib dan disiplin, karena sekarang ndak ada sanksinya mereka santai jadinya. Bahkan kadang ada yang cari buku, saking pentingnya dia mau bayar sekian, tapi bukunya ndak ada,” lanjutnya.

Menurut catatan DPKP NTB hingga Desember 2016 jumlah pengunjung mencapai angka 959.530 orang. Dengan rincian pengunjung pelajar 14 persen, mahasiswa mendominasi dengan 67,95 persen, TNI/Polri 0,02 persen, PNS/ASN 7,45 persen dan umum 9,71 persen.

“Jumlah anggota yang sudah masuk sampai Desember 2016, 28.239 orang dan  buku yang tersedia 95.602 judul sebanyak 310 ribu eksemplar,” rincinya.

Menurut Saswadi, untuk minat baca secara nasional Indonesia berada pada posisi 60 dari 61 negara. Demikian pula dengan minat baca di NTB. “Minat bacanya masih rendah, saya kira akses juga jadi penyebab. Tidak bisa kita bandingkan dengan jumlah penduduk, karena kan ada anak yang baru lahir. Dari usia pendidikan SD ke atas yang bisa kita ambil,” pungkasnya.

Untuk menarik minat masyarakat datang ke Pusda, ada berbagai lomba yang digelar tiap tahun. Mulai dari lomba untuk anak-anak, seperti mewarnai dan bercerita, lomba perpustakaan sekolah tingkat SMA/SMK hingga lomba perpustakaan desa. (ros)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here