Retribusi Tower Potensial Berkurang di Mataram

I Nyoman Suwandiasa. (Suara NTB/jun)

Mataram (Suara NTB) – Dari 269 tower jaringan telekomunikasi di Kota Mataram, ada sekitar 20-an tower tidak lagi difungsikan. Kondisi ini potensial mengurangi restribusi sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun 2022.

Kepala Diskominfo Mataram, I Nyoman Suwandiasa kepada wartawan, Kamis, 25 November 2021 menyampaikan, puluhan tower tersebut tidak berfungsi karena pengelola telah mengalihkan sistemnya pada Tower Bersama Group (TBG). “Provider ini dia gabung, jadi banyak tower yang sudah tidak difungsikan lagi. Hasil pendataan terakhir, dari 269 tower ternyata berkurang sekitar 20-an,” ungkapnya.

Iklan

Dengan pengalihan sistem pada TBG, lanjut dia, tentu pendapatan retribusi nantinya akan berkurang. Pasalnya, beban biaya tersebut berkaitan erat dengan pemanfaatan ruang. Jika tidak berfungsi maka dianggap tak bertuan, sehingga tidak ada pihak yang bertanggung jawab membayar retribusi tahunan sebesar Rp4.200.000 per tower.

Bekurangnya potensi ini potensial berdampak terhadap pencapaian target PAD di tahun 2022. “Target tahun depan belum kita tentukan,” ujarnya.

Disinggung capaian retribusi tahun ini, I Nyoman Suwandiasa menyebutkan, dari target sekitar Rp1.040 miliar, baru terealisasi sekitar Rp1 miliar. Sementara Rp40 juta sisanya, diupayakan tuntas dalam waktu dekat.

Menurutnya, sejumlah pengelola tower belum melunasi retribusi bukan karena enggan atau membandel, tetapi ada beberapa persoalan administrasi yang harus diselesaikan secara internal perusahaan. “Komitmen untuk membayar pasti. Ndak ada yang bandel, mereka semua kooperatif,” pungkasnya. (jun)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional