Respons Persoalan Lahan GTI, Gubernur Turun ke Trawangan Disambut Antusias Warga

Gubernur NTB, H.Zulkieflimansyah disambut antusias oleh warga Gili Trawangan. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E, M.Sc  turun ke Gili Trawangan, Jumat, 30 Juli 2021. Gubernur langsung turun untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat setempat yang menempati lahan yang dikelola PT. Gili Trawangan Indah (GTI) sejak 1995.

Pada kunjungan kemarin, Gubernur disambut antusias masyarakat. Tokoh masyarakat Gili Trawangan, H. Rukding, misalnya, terlihat duduk bersebelahan dengan Gubernur. Pada kesempatan dialog, warga mengutarakan harapan agar Gubernur NTB menjembatani kepentingan warga atas lahan tersebut. Warga berharap adanya hak milik karena telah menempati lahan puluhan tahun lamanya.

Iklan

‘’Masyarakat Gili Trawangan menginginkan sertifikat karena kami sudah berpuluh tahun tinggal di sini,’’ ucap Kadus Trawangan, M. Husni saat berdiskusi dengan para tokoh masyarakat, pemuda, dan warga di halaman Masjid Raya Baiturahman, Gili Trawangan, KLU.

‘’Kami minta Pak Gubernur NTB untuk melindungi kami dan menghapus air mata kami karena hidup mati anak cucu kami di tanah ini,’’ tambah perwakilan ibu-ibu, Asmin.

Menanggapi harapan warga, Gubernur mengatakan pihaknya ikut berharap persoalan lahan GTI dapat di selesaikan dengan baik. Ia mempermaklumkan kepada warga, bahwa Pemprov NTB mendapat teguran dari KPK, BPK dan DPRD terkait aset negara yang hanya mendapatkan Rp 22,5 juta/tahun.

‘’Kami telah berkoordinasi dan meminta Kejaksaan, KPK dan BPK untuk menyelesaikan masalah ini,’’ ucap Zulkieflimansyah.

Sebagaimana diketahui bersama, sambung dia, bahwa ada yang tidak setuju dengan kehadiran (adendum) GTI. Namun di satu sisi, Pemprov NTB memiliki ikatan kontrak yang harus dipertimbangkan.

Adendum menurut Gubernur, adalah upaya Pemerintah Provinsi membuka kembali kontrak tersebut dengan GTI. Adendum bisa saja diterima asalkan tidak merugikan masyarakat.

Sementara, menjawab permintaan warga untuk menguasai lahan melalui pemberian sertifikat, Gubernur mengatakan usul tersebut harus dikomunikasikan lebih lanjut. Pasalnya, lahan yang diminta oleh warga adalah aset milik negara.

‘’Nanti kita komunikasikan kembali dengan bagian Pertanahan, karena lahan tersebut merupakan lahan milik negara. Saat ini yang kita utamakan adalah menyelesaikan permasalahan dengan GTI.’’

“Terkait history, tanah 65 hektar ini adalah tanah  negara. Kenapa adendum ini kita lakukan, karena ini merupakan cerminan hukum sesuai arahan dari JPN. Adendum ini bukan hanya untuk masalah yang ada di Gili Trawangan saja tetapi ini merupakan cerminan semua masalah yang ada di tempat lainnya,’’ ujarnya.

Gubernur  menegaskan bahwa kesejahteraan dan aspirasi masyarakat menjadi ‘’ruh’’ utama dalam penyelesaian lahan di Gili Trawangan. Pihaknya bersama seluruh stakeholder terkait termasuk Kejaksaan terus berupaya menyelesaikan persoalan lahan negara seluas 65 hektar yang hingga kini masih dikelola PT GTI. ‘’Sebagai Gubernur yang dipilih oleh rakyat, tentu amanat dan mandat rakyat ini akan kami perjuangkan,’’ jelasnya.

Gubernur NTB juga dengan tegas membantah berbagai isu miring yang beredar terkait penyelesaian lahan GTI. ‘’Tidak benar Gubernur terima uang di bawah meja. Ini itu dan sebagainya. Insya Allah kepentingan rakyat yang kami bela,’’ tandasnya.

Hafiz, salah seorang tokoh pemuda Gili Trawangan mengapresiasi kehadiran Gubernur NTB kali ini yang menurutnya bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat sekaligus menenangkan. ‘’Kami sangat mendukung upaya Gubernur, agar aset pemerintah ini dikelola sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat setempat,’’ katanya.

Menurutnya, sejak kesepakatan kontrak produksi puluhan tahun lalu, kewajiban PT GTI untuk  mengelola dan membangun fasilitas pendukung pariwisata  tidak dilakukan.

Pada Kesempatan tersebut Gubernur NTB juga menyerahkan berbagai bantuan yang dikumpulkan secara sukarela oleh para kepala OPD dan ASN NTB berupa 680 paket sembako dan alat – alat olahraga.(ari/r)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional