Respons Cepat Perbaikan Mesin Rusak, Pemprov Bangun Ekosistem IKM Permesinan

Hj. Nuryanti. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB membangun ekosistem IKM Permesinan untuk merespons cepat perbaikan mesin yang rusak atau mengalami kendala pengoperasiannya. Jejaring IKM Permesinan yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha dan Perajin Logam (ASPPEL) akan menjadi tempat servis produk-produk permesinan yang dibuat IKM lokal di NTB.

‘’Kita sedang membangun kemitraan. Bahwa melalui Asosiasi Pengusaha Pengusaha dan Pengraajin Logam, nanti mereka akan berjejaring menjadi tempat service centre,’’ kata Kepala Dinas Perindustrian (Disperin) NTB, Hj. Nuryanti, S.E., M.E., dikonfirmasi Suara NTB usai Bincang Gemilang dengan tema industrialisasi di Kantor Diskominfotik NTB, Jumat, 28 Mei 2021.

Iklan

Dengan adanya jejaring tersebut, kata Nuryanti, meskipun IKM yang membuat berada di Pulau Lombok. Tetapi masyarakat yang membeli atau mendapatkan bantuan mesin produk IKM NTB dapat melakukan servis di Pulau Sumbawa.

‘’IKM A yang buat, tetapi ketika dalam satu asosiasi yaitu ASPPEL, dia bisa servis di mana saja. Dimana anggota Aspel berada. Ini sedang kita bangun di situ. Sehingga bisa direspons cepat ketika ada yang rusak, atau mau servis,’’ jelasnya.

Nuryanti mengatakan, layanan servis ini memang menjadi kendala awal. Ia mengatakan bahwa memang layanan untuk servis di Pulau Sumbawa masih minim, terbanyak di Pulau Lombok. Tetapi dengan membangun ekosistem IKM Permesinan, maka apa yang menjadi keluhan pengguna produk permesinan akan bisa direspons cepat.

‘’Layanan servis mesin apa saja, sebenarnya bisa kontak IKM yang ada. Nanti ada brosur di e-catalog,’’ katanya.

Terkait dengan usulan OPD pengguna produk permesinan yang meminta agar dibentuk tim khusus untuk melakukan respons cepat ketika ada mesin yang rusak. Nuryanti mengatakan, Science Technology and Industrial Park (STIP) yang ditugaskan untuk hal tersebut.

Diberitakan sebelumnya, bantuan mesin produk IKM lokal dari Pemprov NTB tahun 2020 sudah mulai ada yang mengalami kerusakan. Pada 2020, Pemprov NTB memberikan memberikan bantuan sebanyak 1.867 unit mesin ke kelompok masyarakat di NTB.

Kepala UPT Science Technology and Industrial Park (STIP) NTB, Rony Yuhaeri, A.Pi., M.Pi., mengatakan OPD  yang memberikan bantuan mesin tahun 2020 sedang melakukan inventarisir mana saja mesin yang rusak.

Setelah dilakukan inventarisir, kemudian dilakukan perbaikan dari feedback yang diperoleh di lapangan. “Apa yang mau ditingkatkan, apakah SDM untuk meningkatkan kualitas produk mesin-mesin tersebut,” katanya.

Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, M.M., M.TP mengatakan pada tahun 2020, sebanyak 1.867 mesin produk IKM yang dibagikan ke kelompok masyarakat di NTB. Tahun 2021, juga direncanakan akan diberikan bantuan lagi kepada masyarakat, namun jumlahnya berkurang dibandingkan tahun sebelumnya karena anggaran dippergunakan untuk penanganan Covid-19.

“Tapi, walaupun mesin yang dipesan tahun 2021 lebih sedikit, dari sistem dan inovasi teknologinya terus disempurnakan dari feedback mesin-mesin yang dibuat tahun lalu,” katanya.

Ridwan mengklaim dari seribuan unit mesin yang dibagikan, hanya sedikit yang rusak. “Hanya satu, dua dari ribuan yang dibeli itu. Itu yang kemarin kita minta dicek apa persoalannya dan kita sudah turunkan teknisi,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, untuk penanganan dampak ekonomi akibat Covid-19, Pemprov menggelontotkan anggaran sebesar Rp86 miliar digunakan khusus untuk stimulus ekonomi. Program stimulus ekonomi yang dibuat Pemprov NTB berupa pemberdayaan IKM dan UKM lokal.

Dari Rp86 miliar anggaran stimulus ekonomi yang tersebar di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sekitar Rp17 miliar digunakan untuk pengadaan mesin-mesin untuk IKM dan UKM pengolahan.

Pada waktu itu, Pemprov memesan sebanyak 2.132 mesin yang akan dibuat oleh IKM Permesinan yang ada di NTB. Mesin-mesin yang dibuat IKM Permesinan, yang dibutuhkan oleh IKM dan UKM pengolahan untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Sehingga dalam program stimulus ekonomi ini, program industrialisasi juga jalan, pemberdayaan kepada IKM dan UKM jalan. Dan juga program-program unggulan lainnya juga berjalan.

Program stimulus dengan anggaran sebesar Rp86 miliar tersebar di 12 OPD. Antara lain, Dinas Ketahanan Pangan Rp7,2 miliar dengan kegiatan pengadaan cadangan pangan, Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), dan program desa berdaya. Kemudian, Dinas Perdagangan sebesar Rp10,6 miliar dengan kegiatan bantuan UMKM dan KUBe, revitalisasi pasar dan pasar murah.

Selanjutnya, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Rp7,2 miliar dengan kegiatan bantuan peralatan, bantuan bibit ternak, dan pengadaan pakan. Dinas Kelautan dan Perikanan Rp3,2 miliar dengan program bantuan benih ikan dan lele, serta bantuan peralatan.

Dinas Koperasi dan UKM Rp2,5 miliar dengan kegiatan bantuan peralatan, bantuan modal usaha dan sertifikasi. Dinas Pertanian dan Perkebunan Rp14,04 miliar dengan kegiatan bantuan benih tanaman dan padat karya.

Dinas LHK sebesar Rp19,6 miliar dengan kegiatan padat karya lingkar hutan, bantuan peralatan dan mesin, serta produk lokal Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Dinas Pariwisata Rp11,2 miliar dengan kegiatan padat karya destinasi wisata dan pengembangan daya tarik wisata.

Dinas Perindustrian Rp5,5 miliar dengan kegiatan bantuan peralatan dan mesin dan standarisasi/legalitas pegiat industri. DPMPTSP Rp1 miliar dengan kegiatan fasilitasi perizinan usaha IKM dan UKM serta sosialisasi.

DPMPD Dukcapil Rp1,18 miliar dengan kegiatan bantuan peralatan dan mesin kepada BUMDes berbasis desa. Dan Dinas ESDM Rp2,8 miliar dengan kegiatan bantuan biogas peternak dan sumur bor. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional