Respon Manuver Ahyar, Gerindra Panggil Makmur-Ahda

Pasangan Makmur-Ahda memastikan diri tetap solid dan terus bergerak bersama turun sosialisasi ke masyarakat. (Suara NTB/ist) 

Mataram (Suara NTB) – Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh terus melancarkan manuvernya dalam beberapa hari terakhir ini terkait dengan pelaksanaan Pilkada serentak 2020 di Kota Mataram. Manuver politik Ahyar tersebut, makin memanaskan dinamika politik di Ibukota Provinsi NTB itu.

Manuver politik Ahyar terkait pernyataan yang membuka peluang terjadinya kocok ulang bakal pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota yang sudah terbentuk rapi dari sebelumnya.
Ahyar memberikan isyarat bahwa ia lebih menghendaki anaknya, Badruttamam Ahda yang maju sebagai bakal calon Wakil Walikota, supaya berpasangan dengan bakal calon Walikota, H. Mohan Roliskana.

Iklan

Padahal disatu sisi, diketahui Ahda sudah mendeklarasikan diri maju sebagai bakal calon Wakil Walikota berpasangan dengan HL. Makmur Said, dan mereka ini sudah mendapatkan dukungan dari Partai Gerindra, PKB, PKPI dan Hanura.  Demikian juga dengan Mohan yang sudah memutuskan berpasangan dengan TGH. Mujiburahman dengan dukungan Golkar.

Manuver politik Ahyar Abduh tersebut langsung mendapat respon dari berbagai pihak, salah satunya datang dari partai Gerindra. Gerindra nampaknya cukup terganggu dengan pernyataan bersayap Ahyar Abduh tersebut, sehingga memandang perlu mengambil sikap.

Ketua Desk Pilkada DPD partai Gerindra NTB, Ali Utsman Ahim yang dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 18 Juni 2020 menyampaikan bahwa pihaknya akan memanggil Makmur-Ahda untuk memastikan komitmen politik mereka yang akan didukung oleh Partai Gerindra di Pilkada Kota Mataram 2020.

“Sementara kami masih ingin pastikan sikap dari pasangan Makmur dan Ahda. Malam ini kami akan panggil kedua-keduanya untuk menanyakan berita terkait (keinginan Ahyar menarik Ahda untuk dipasangkan dengan Mohan),” tegas Ali.

Ketika ditanya lebih jauh, jika Ahyar berhasil memaketkan Ahda dengan Mohan. Lantas bagaimana kelanjutan dari paket Makmur-Ahda yang sudah diberikan surat tugas. Apa Gerindra akan berbalik arah mendukung Mohan-Ahda untuk melakukan koalisi dengan Golkar yang sudah terjalin di Loteng atau tetap ke Makmur dengan wakilnya yang lain?.

Menanggapi hal itu, Ali mengatakan bahwa dirinya tak mau berspekulasi terlalu jauh terkait hal itu. “Setelah kita panggil Makmur-Ahda baru saya akan sampaikan ke plungguh apapun perkembangannya,” kata Ali.

Ditempat terpisah, Makmur Said yang dikonfirmasi Suara NTB, menegaskan bahwa sampai dengan saat ini, ia masih tetap solid dengan Ahda. Ia mengatakan dirinya bersama Ahda tak terpengaruh dengan isu politik yang menggoyang dirinya bersama Ahda.
“Kita makin solid, soal pernyataan pak Ahyar itu kan, sah-sah saja orang lain mau menerjemahkannya seperti apa,” ujarnya. Dikatakan Makmur bahwa sampai saat ini dirinya dengan Ahda terus turun ke masyarakat untuk melakukan sosialisasi dan juga meyakinkan partai politik yang akan mengusung mereka.

Hal yang sama juga disampaikan Ahda. Dia memastikan akan tetap pada komitmen awal untuk maju bersama Makmur Said. “Sudah lama kami turun bersama, masa tiba-tiba saya akan tinggalkan beliau,” ujar Ahda memastikan bahwa pasangan Makmur-Ahda tak akan bubar.

Ditanya terkait dengan pernyataan Ahyar Abduh yang tak lain adalah ayahnya, Ahda pun menanggapi santai pernyataan ayahnya itu. “Ya beliau (Ahyar Abduh) politisi senior, bisa saja pernyataannya itu untuk menghangatkan tensi politik Pilkada ini yang sudah terlalu lama dingin karena Covid-19,” katanya. (ndi)