Resmi Diperkenalkan di NTB, Toyota Raize Dipastikan Dapat Diskon PPnBM

Toyota Raize (suarantb.com/bul)

Mataram (suarantb.com)-PT Toyota-Astra Motor (TAM) melalui dealer Krida Toyota resmi memperkenalkan Toyota Raize untuk melengkapi pilihan segmen Sport Utility Vehicle (SUV) bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat. Harganya juga masih diskon, mengikuti pemberlakukan potongan harga atas Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang diberlakukan pemerintah.

Toyota Raize pertama kali diluncurkan pada akhir tahun 2019 di Jepang dan menjadi terlaris kedua di negeri Sakura setelah Toyota Yaris. Dengan diluncurkannya Toyota Raize, menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di luar Jepang yang meluncurkan kendaraan compact SUV ini.
Toyota Raize hadir dalam 6 varian yaitu 1.0 Turbo GR Sport CVT TSS, 1.0 Turbo GR Sport CVT,1.0 Turbo G CVT, 1.0 Turbo G M/T, serta varian 1.2 G CVT dan 1.2 G M/T. Bagi pelanggan yang ingin tampilan SUV lebih sporty maka dapat memilih varian GR Sport yang terdapat di 1.0 Turbo GR Sport CVT TSS dan 1.0 Turbo GR Sport CVT.

Iklan

Kepala Cabang Krida Toyota NTB, Samsuri Prawiro Hakki saat memperkenalkan Toyota Raize, Selasa, 18 Mei 2021, menjelaskan, Toyota Raize hadir dengan 1.000 cc. Tetapi dilengkapi dengan turbo yang dapat menyetarakannya dengan kendaraan 1.500 cc. “Yang 1.200 cc tanpa turbo akan diperkenalkan semester II, tapi lebih murah lagi harganya,” jelas Samsuri.

Toyota Raize juga unggul dengan keiritan konsumsi bahan bakarnya. Uji coba yang dilakukan, dalam 1 liter bahan bakar dapat menempuh jarak hingga 18 Km. Eksterior dan interior Toyota Raize didesain untuk menghidupkan perjalanan penggunanya dalam konsep kombinasi “Bold and Active” pada tampilan luar dan “Comfort and Utility” pada bagian dalam. Konsep ini melahirkan aura bergaya dan berani pada penampilan Toyota Raize dan membangun citra muda dan aktif pada pemiliknya.

Toyota Raize mempunyai dimensi kompak dengan panjang 4.030 mm, lebar 1.710 mm, dan tinggi 1.635 mm. Meski begitu, Raize tetap terlihat proporsional berkat wheelbase mencapai 2.525 mm dan ground clearance setinggi 200 mm.
Kesan sebuah SUV yang gagah, sporty, dan atraktif tampak dari aplikasi bumper trapezoidal tebal dan kokoh disertai sudut yang menyiku tajam dan agresif di depan. Illuminating headlamp, daytime running light (DRL), dan Sequential Turn Lamp, semua menggunakan LED, dan velg besar 17 inch pada tipe 1.0T.

Sementara itu, interiornya lapang dan juga dilengkapi fitur dengan teknologi terdepan seperti terpasang MID 7 inch TFT dengan display interaktif dan modern dan dapat diganti-ganti dalam 4 opsi tampilan yaitu Advanced, Exciting, Simple, dan Analog.

Selain itu, terdapat juga advanced features lainnya seperti Steering Switch, Interior Illumination, serta Interactive 9 Inch Head Unit dengan floating design dan terkoneksi dengan smart device T-Link dan mempunyai fitur Personal Reminder, bahkan dapat dimanfaatkan sebagai pengingat waktu servis, ulang tahun, dan reminder lainnya.

Toyota Raize dilengkapi dengan fitur keselamatan yang lengkap seperti 6 Airbags, Pedal Misoperation Control, dan TSS + BSM RCTA. Semua fitur keselamatan ini terdapat pada varian 1.0 Turbo GR Sport CVT TSS. TSS adalah Toyota Safety Sense yang merupakan fitur keselamatan yang biasanya terdapat pada model di segmen high-premium segmen.

Selain itu, seluruh tipe Toyota Raize sudah dilengkapi fitur keamanan berupa rem dengan Anti- lock Braking System (ABS), Vehicle Stability Control (VSC), Hill Start Assist (HSA), Seatbelt Warning, Rear Parking Sensor, Rear Parking Camera, serta Alarm + Immobilizer
Toyota Safety Sense (TSS) pada Toyota Raize 1.0T GR Sport TSS berusaha memberikan dukungan penuh pada pengemudi untuk mengawasi kondisi sekitar dari potensi bahaya dan sigap memberikan peringatan dini. Jika dirasa penting, sistem akan berperan aktif mencegah kecelakaan dengan melakukan koreksi, seperti memutar kemudi atau melakukan pengereman untuk menghindar dari kecelakaan fatal. Fitur TSS pada Toyota Raize mengikuti jejak Camry, Corolla Altis, dan Corolla Cross yang lebih dahulu memanfaatkannya.
Pre-Collision System (PCS) mengandalkan sensor radar dan kamera untuk mendeteksi keberadaan obyek di depan mobil. Jika sistem melihat adanya kemungkinan tabrakan, PCS akan memperingatkan pengemudi sehingga dapat melakukan manuver menghindar. Bahkan, di saat genting andai tabrakan tidak mungkin dielakkan, sistem akan melakukan pengereman secara otomatis untuk menghindari kecelakaan.
Adaptive Cruise Control (ACC) merupakan pengembangan dari fitur cruise control. ACC dapat memantau keberadaan kendaraan lain di depan dan menjaga jarak aman dengannya. Memanfaatkan kamera di depan, ACC dapat memperhitungkan dimensi kendaraan di depan dengan baik, termasuk membaca marka jalan. Apabila ada mobil lain masuk ke jalur di depan secara tiba-tiba, sistem secara otomatis akan mengurangi kecepatan atau bahkan melakukan pengereman jika dirasa jaraknya sudah tidak aman.

Masih mengandalkan sensor kamera, Lane Departure Alert with Steering Control (LDA) membaca marka jalan, baik yang berwarna putih maupun kuning. Untuk selanjutnya memberikan peringatan jika terjadi deviasi atau pergerakan mobil yang menjauh dari posisi seharusnya. Di titik kritis, misalnya ketika pengemudi mengalami microsleep dan mobil menjauh dari jalur, LDA akan mengoreksi posisi kemudi ke posisi normal. Fitur LDA dan ACC sangat cakap dalam menjaga pengemudi dari risiko kelelahan saat perjalanan jauh atau lama, termasuk potensi celaka akibat teralihnya perhatian.

“Bahkan kalau pengemudi mengantuk, kendaraan secara otomatis akan mengikuti jalur jalan sehingga memungkinkan tidak mengakibatkan kefatalan,” jelas Samsuri.

Namun, fitur ini tidak membuat pengguna boleh melepaskan tangan dari kemudi dan sistem akan memberikan peringatan bila pengemudi melakukannya. Jangan memaksakan diri untuk mengemudi kalau fisik lelah.

Rear Cross Traffic Allert (RCTA) dan Blind Spot Monitor (BSM) mendeteksi kendaraan atau obyek lain yang mendekat menggunakan sensor radar, untuk selanjutnya memperingatkan pengemudi dengan suara dan konfirmasi visual. Fitur ini bekerja sebagai ‘mata’ tambahan bagi pengemudi di area blind spot atau tidak terlihat untuk menghindari kecelakaan. RCTA efektif bekerja ketika mobil berjalan mundur saat keluar area parkir sementara BSM punya andil saat mobil pindah jalur di jalan raya.

Pedal Missoperation Control (PMC) memungkinkan pengaturan fungsi untuk mengurangi jumlah kecelakaan yang disebabkan oleh kesalahan penerapan pedal akselerator atau pedal gas dengan mengendalikan kecepatan mobil walaupun tidak ada penghalang. Sistem akan menyalakan alarm peringatan dan membatasi distribusi tenaga sehingga laju mobil tertahan saat diyakini ada kesalahan dalam menekan pedal gas, terutama ketika pedal gas diinjak habis padahal dideteksi tidak ada kebutuhan untuk itu guna mereduksi potensi kecelakaan serius.

Untuk perawatan kendaraan, selain didukung dengan jaringan outlet yang kini mencapai 334 titik di seluruh wilayah Indonesia, Toyota Raize juga mendapatkan free service dan free parts sepanjang 50.000 km atau maksimum 4 tahun, mana yang tercapai terlebih dahulu. Pilihan warnanya, untuk tipe 1.0T adalah black-white, black-red, black-yellow, black-silver metallic dan black turquoise MM. sementara untuk tipe satu warna, pilihannya white, red, black, yellow, silver metallic, gray metallic, dan turquoise.

“Dengan segudang fitur dan fasilitas Toyota Raize, harga yang dibanderol masih cukup terjangkau, untuk type mesin 1.0 dijual mulai dari Rp265,8 juta sampai dengan 318,1 juta untuk type tertinggi. Untuk periode Mei 2021 ini, Toyota Raize merupakan salah satu kendaraan yang mendapatkan fasilitas bebas PPNBm sehingga harga awal dimulai dari 250,3 juta sampai dengan 299,5 juta”, ujar Evelyn Cornelia, General Manager Krida Toyota.(bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional