Residivis Pesta Sabu Gunakan Motor Dinas

Suami pejabat lingkup Pemda KLU yang kedapatan pergi pesta sabu menggunakan motor dinas masih diamankan di Polresta Mataram, Rabu, 26 Februari 2020. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Empat orang diamankan dari tepi Jalan Raya Sayang-Sayang, Cakranegara, Mataram. Salah satunya, M. Residivis kasus narkoba ini tertangkap tangan hendak membeli sabu. Jauh-jauh dari Tanjung, Lombok Utara menggunakan motor dinas Pemda KLU.

Kasatresnarkoba Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa, Rabu, 26 Februari 2020 mengatakan, M bersama tiga kawan lainnya. “Mereka berempat baru selesai pesta narkoba,” terangnya.

Iklan

M baru bergabung dengan dua orang lainnya pada Selasa, 25 Februari 2020. M datang dengan Kawasaki KLX bernomor polisi DR 2734 GU. Motor itu terdaftar sebagai motor dinas Kantor Camat Gangga, Lombok Utara.

“Yang bersangkutan membawa motor dinas. Setelah diinterogasi, dia mengaku punya istri yang berdinas di salah satu instansi di KLU sebagai Kasi. Kendaraan tersebut masih diamankan,” kata Adi.

Adi menambahkan, pihaknya masih mendalami peran masing-masing mereka yang diamankan tersebut. Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. “M ini residivis. Sekarang lagi masa rehab,” bebernya.

Sehari sebelumnya, buron pengedar narkoba RA (20) kepergok di Lingsar, Lombok Barat di sebuah rumah yang sering dijadikannya sebagai tempat pesta narkoba. “Sudah seminggu dia kabur sejak penggerebekan pertama,” sebut Adi.

Tersangka ini ditangkap dengan barang bukti 1,98 gram sabu. RA sepekan sebelumnya sudah digerebek di rumahnya di Karang Bagu, Karang Taliwang, Cakranegara, Mataram. Namun, warga sekitar melempari polisi. RA pun mengambil kesempatan dengan kabur lewat gorong-gorong. Pengejaran belum selesai.

Namun polisi sudah kehilangan jejak. Rupanya, RA menyamar menjadi petani di persawahan. Dia meminjam topi dan celurit. “Pura-pura nyabit. Dia tetap diam di sana. Sampai makanan dibawakan ibunya,” bebernya.

Begitu ditangkap, RA pasrah. “Dia juga positif konsumsi sabu. Dia sudah mulai nyabu sejak SD. Tersangka RA dijerat dengan pasal 112 dan atau pasal 127 UU RI No35/2009 tentang narkotika yang ancaman penjaranya paling lama 20 tahun. (why)