Residivis Penggelapan Ditangkap Curi Ponsel

Residivis kasus penggelapan Tersangka pencurian ponsel, YA digiring polisi setelah tertangkap pada Rabu dini hari lalu.(Suara NTB/Polsek Cakranegara)

Mataram (Suara NTB) – Residivis kasus penggelapan berinisial YA (21) bikin ulah lagi. Pria asal Bug-bug, Lingsar, Lombok Barat ini ditangkap lagi. Kali ini terkait kasus pencurian ponsel. YA apes karena kesalahannya sendiri. “Saat keluar kamar korban, kakinya tersandung pintu sehingga membangunan penghuni kos,” ungkap Kapolsek Cakranegara Kompol Zaky Maghfur Jumat, 19 .

YA diduga mencuri di kamar indekos di kawasan Lingkungan Karang Lelede, Saptamarga, Cakranegara, Mataram. Pria ini masuk ke kamar korban dengan mencongkel jendela. Saat itu masih pagi buta sekitar pukul 05.00 Wita. Penghuni kos yang menjadi sasarannya saat itu sedang tertidur. Tetapi karena kesalahannya, aksi YA ini ketahuan. Padahal dia sudah mengantongi ponsel korban seharga Rp1,8 juta.

Iklan

“Saat dilaporkan, pelaku diketahui masih berada di sekitar TKP,” kata Zaky. YA ternyata bersembunyi di sela-sela pagar rumah di tepi jalan. Kondisi gelap tidak mampu menyembunyikannya lebih lama. YA langsung diciduk polisi bersama warga tanpa perlawanan. Zaky menjelaskan, YA mengakui perbuatannya. Ponsel yang dicuri pun masih tersimpan di kantongnya. “Barang bukti kita sita dari dia. Ada juga sepeda motornya yang dia pakai ke TKP, itu kita sita,” sebutnya.

YA rupanya bukan pemain baru. Pria tanpa pekerjaan tetap ini baru keluar dari penjara dua bulan lalu. “Dia residivis kasus penggelapan. Dia baru bebas Desember (2020) kemarin,” tandas Zaky. Tersangka YA kini sudah ditahan di Rutan Polsek Cakranegara. YA disangka melanggar pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan yang ancaman hukumannya penjara paling lama tujuh tahun. (why)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional