Residivis Narkoba Asal Sulawesi Diamankan di Gili

Kapolres Lombok Utara Herman Suryono memberikan keterangan pers terkait penangkapan residivis narkoba, Jumat, 31 Januari 2020. (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Seolah tak jera pernah dihukum karena kasus narkoba, residivis asal Bone, Sulawesi Selatan kembali ditangkap atas kasus yang sama. Pelaku ditangkap saat mengedarkan ganja di Gili Trawangan, Lombok Utara.

Kedua pelaku asal Sulawesi yang ditangkap Polres Lombok Utara yaitu, RT (27) warga Desa Masumpu, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulsel, dan RA (25) warga Desa Mangga Dua, Kecamatan Kota Ternate Selatana, Kota Ternate, Maluku Utara.

Iklan

“Rahmat Tanjung residvis pernah dipenjara empat tahun pada kasus yang sama di Sulsel, sekarang beralih ke Gili Trawangan, dan kita berhasil menangkapnya,” ujar Kapolres Lombok Utara, AKBP Herman Suryono, SIK. M.Hum., kepada wartawan, Jumat, 31 Januari 2020.

Kedua pelaku diamankan Satres Narkoba Polres Lombok Utara, pada Selasa, 28 Januari 2020 lalu, pukul 16.30 WITA. Dari tangan pelaku, Polres mengamankan sejumlah Barang Bukti (BB). Dari tangan RT, BB meliputi narkotika jenis batang, daun dan biji ganja seberat total 2,180.77 gram, uang Rp 415 ribu, handphone, satu ransel, satu unit timbangan digital, lima buah alat isap serta satu bungkus klip plastik bening.

Sedangkan dari tangan RA, BB terkumpul antara lain, satu wadah minyak rambut yang berisikan campuran daun dan batang kering berjenis ganja seberat 16,49 gram, satu buah alat isap rokok, satu buah korek api gas, dan handphone.

Selain kedua pelaku luar daerah, Polres juga mengamankan pelaku asal Lombok Timur dan warga lokal KLU.

Warga Lotim yang diamankan adalah, Robbi (26) asal Dusun Bagik Bontang, Desa Danger, Kecamatan Masbagik. Ia diamankan pada satu jam lebih awal sebelum penangkapan pelaku asal Sulawesi. Adapun BB yang diamankan, antara lain, satu klip plastik bening berjenis sabu dengan berat 0,41 gram, satu lembar gulungan kertas berisikan satu poket klip plastik berat 0,35 gram, satu buah laptop dan satu buah HP.

Sementara warga lokal, Lombok Utara juga seolah tak ada hentinya mengedarkan barang haram ini. Kali ini pengedar Har (25), warga Dusun Gili Meno dan Alf (36) warga Dusun Karang Montong, Desa Pemenang Timur, diamankan aparat. Har diamankan pada saat tahun baru, sedangkan Alf, keesokan harinya, tanggal 2 Januari. (ari)