Resahkan Warga, Tim Forkopimcam Kediri Tutup Paksa Tempat Jualan Miras

Camat Kediri, Hermansyah bersama Kapolsek Kediri dan Danposramil menyita miras dari pedagang di wilayah Kediri. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Tim Forum Pimpinan Kecamatan Kediri Lombok barat melakukan kegiatan operasi penertiban terhadap penjual minuman keras (Miras) tradisional di beberapa tempat di desa Jagaraga Indah akhir pekan kemarin.

Operasi ini menindaklanjuti keluhan masyarakat yang resah dengan sejumlah pengelola tempat miras yang masih bandel beroperasi. Karena bandel, dua tempat miras pun ditutup paksa oleh tim.

Iklan

Beberapa jerigen dan puluhan botol berisi miras pun disita dan diamankan di Mapolsek Kediri. Sebelum melakukan penertiban, tim sudah turun memberikan imbauan dan Surat pernyataan tidak beroperasi.

Camat Kediri Hermansyah mengatakan, sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban selama penanganan Corona pihaknya melakukan penertiban pedagang -pedagang miras pada akhir pekan lalu.

“Kami menindaklanjuti keluhan warga yang resah dengan aktivitas pedagang miras ditengah situasi Corona ini,” tegas dia.

Pihaknya menertibkan pedagang miras di beberapa dusun di Desa Jagaraga Indah. Dua Minggu sebelum melakukan penertiban, pihaknya sudah memberikan imbauan dan mereka pun menandatangani surat pernyataan tidak berjualan. Dari 20 lebih pedagang miras di wilayah itu, hanya dua orang yang nekat masih berjualan. Kalau dua orang ini dibiarkan berjualan dikhawatirkan pedagang yang lain ikut jualan.

Sehingga pihaknya bersama Kapolsek, danposramil bersama jajaran pun melakukan langkah tegas. Pihaknya turun menertibkan ke lokasi. Hasil penertiban itu, pihaknya berhasil disita dua jerigen, satu galon dan puluhan botol miras.

SaatSaat dilakukan operasi itupun pihaknya mendapati lima sampai enam orang tengah minum minuman keras. Pihaknya pun langsung membubarkan, barang bukti berupa Miras inipun diamankan ke mapolsek. Pihaknya berharap agar ada efek jera bagi pedagang agar tidak lagi berjualan miras.

“Kalau mereka tetap bandel, tentu nanti pihak kepolisian akan melakukan proses hukum, dan itu sudah kami sampaikan ke mereka,” ujar camat Kediri ini.

Ia menambahkan terkait upaya pemutusan rantai covid-19, tim Forkopimcam melibatkan masyarakat seperti badan keamanan desa dan Karang taruna turun melakukan berbagai langkah pencegahan. Termasuk pihaknya melakukan pembatasan atau jam malam bagi pedagang kaki lima (PKL). Pihaknya sudah memperluas pembatasan ini ke semua desa berkoordinasi dengan para kades. “Kami akan terus perluasan,” tegas dia. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here