Rentan Terpapar, Dinsos Vaksin 300 SDM KPM

Proses vaksin kepada SDM KPM di Desa Mumbulsari, Jumat, 23 Juli 2021 berjalan lancar. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Lombok Utara (KLU), mengajukan vaksin kepada 300 pendamping SDM KPM (keluarga penerima manfaat). Vaksin kepada SDM KPM tersebut dilakukan di Desa Mumbulsari, Kecamatan Bayan, Jumat, 23 Juli 2021.

Kepala Dinas Sosial PPPA Lombok Utara, Faisol, di sela-sela pengawalan vaksin mengatakan, sebanyak 300 SDM KPM dipastikan sudah menerima vaksin dosis I. Seluruhnya diberikan vaksin mengingat mobilitas SDM KPM cukup tinggi serta bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam berbagai kondisi.

Iklan

“Alhamdulillah, 300 orang sudah divaksin. Mereka prioritas vaksin, karena sangat rentan. Mereka selalu bertemu dengan para KPM yang ada di wilayah kerjanya masing-masing,” kata Faisol.

Sejak kasus Covid terkonfirmasi di KLU, Faisol bersyukur belum ada tenaga pendamping yang terpapar (positif). Kendati demikian, ia selalu mengingatkan agar tenaga pendamping Dinsos di lapangan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan selama bekerja.

Pihaknya berharap, SDM KPM tetap diberikan kesehatan. Sebab dengan adanya paparan kasus, dapat menghambat tugas dan kewajiban pendamping di lapangan dan berdampak langsung kepada masyarakat yang dampingan yang ada di wilayah kerja masing-masing.

Terpisah, Sekretaris Desa Mumbulsari, Masudin, menyampaikan terima kasih atas program vaksin di kalangan SDM KPM. Pihaknya selaku pemerintah desa pun berpartisipasi dengan menyiapkan tempat agar vaksin berjalan sesuai SOP. “Kami di Pemdes terus melakukan sosialisasi dan menyampaikan pentingnya vaksin. Masyarakat bahkan antusias ingin divaksin,” sebutnya.

Sepanjang vaksin akan dilakukan di desanya, Pemdes Mumbulsari siap sedia kapan saja. Di saat bersamaan, warga juga berharap agar vaksin dapat digelar lebih dekat ke masyarakat, yakni mengambil lokasi di kantor desa. ‘’Kalau antusias masyarakat luar biasa , malah banyak yang kecewa karena stok vaksin terbatas. Kuota 300, justru yang datang 500-an lebih,” pungkasnya. (ari)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional