Rentan Alami Gangguan Psikologis, Anak PAUD Juga Butuh Konseling

Ni Ketut Alit Suarti (Suara NTB/dys)

Mataram (Suara NTB) – Peserta didik di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD )merupakan masa emas yang membutuhkan perhatian super. Jika saja di masa ini dikelola dengan baik, maka pertumbuhan anak di periode pertumbuhan dan perkembangan berikutnya akan baik.

Namun di masa pandemi Covid-19, anak PAUD juga tidak lepas dari pengaruh. Mereka terpaksa harus libur. Umur mereka masih sangat rentan terkena imbas pandemi Covid-19 jika saja dipaksakan harus masuk.  Libur panjang membuat mereka juga mengalami gangguan psikologis. Oleh karena itu, mereka juga membutuhkan konseling guna memperoleh penanganan yang tepat.

Wakil Rektor I Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) Mataram, Dra. Ni Ketut Alit Suwarti,  MPd., belum lama ini,menyampaikan pentingnya konseling bagi anak PAUD. Hal demikian mengingat pada masa usia PAUD mereka butuh berinteraksi dengan anak lainnya.

Dikatakan Alit Suarti, pendidikan pada masa usia dini menjadi pondasi pendidikan yang sangat menentukan pada tahap berikutnya dan dalam rangka mengembangkan aspek perkembangan lainnya. Oleh karena itu pula, harus ada stimulasi yang bagus dari orang tua anak berada di rumah.

“Bagaimana cara mengkonseling pada anak usia dini. Semuanya harus punya strategi, melalui bermain melalui media yang ada di lingkungan mereka, dongeng yang diberikan oleh orang tua. Orang tua sangat dibutuhkan oleh anak. Anak PAUD juga butuh konseling,” papar Alit Suarti.

Saat berada di rumah, anak harus terus dibimbing orang tua. Mereka harus mampu menggantikan peran guru di sekolah. Orang tua harus belajar mendongeng pada anak. Dikatakan bahwa pekerjaan guru sangat luar biasa tidak ternilai harganya. Mereka ada di kota hingga pelosok pedalaman. Adanya masa pandemi juga menjadi tantangan bagi guru.

“Begitu berat tugas guru termasuk guru BK. Tantangannya luar biasa. Sebagaimana sejarah awal kelahiran guru BK ialah individu normal yang memiliki masalah. Mendampingi mereka supaya bisa mencari solusi. Kita coba selesaikan masalah mereka. Guru BK jangan sampai mengeluh dan putus asa. Tugas kita ialah mendampingi anak-anak kita, komunikasi juga dengan orang tua dan partner kita,” jelasnya.

Ada banyak masalah di masa pandemi ini yang dialami oleh para anak, mulai dari masalah kesulitan belajar, masalah sosial, dan ekonomi. Untuk itu guru BK tidak bisa berjalan sendiri, melainkan tetap koordinasi dengan orang tua. (dys)