Rendah, Realisasi KUR TKI di NTB

Mataram (Suara NTB) – Realisasi Kreadit Usaha Rakyat (KUR) bagi calon Tenaga Kerja Indonesia (KUR) TKI di NTB masih rendah. Berdasarkan data dari Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) NTB, realisasi KUR TKI di daerah ini sampai 30 September lalu baru sebesar Rp 3,2 miliar lebih.

‘’Untuk realisasi KUR TKI memang masih rendah. Kami sudah mendorong terus kepada perbankan agar mempermudah persyaratan pengajuan untuk mendapatkan KUR bagi TKI tersebut,’’ kata Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Mataram, Mucharom Ashadi, S.Ag ketika dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 12 Oktober 2017.

Iklan

Berdasarkan data Kanwil DJPB NTB, perbankan yang sudah menyalurkan KUR TKI di daerah ini antara lain Bank BRI sebesar Rp 592,9 juta lebih, Bank Mandiri Rp 136 juta lebih, Bank Maybank Rp 248 juta lebih, Bank Artha Graha Rp 816 juta lebih, Bank Sinarmas Rp 42 juta lebih dan CTBC Bank Rp 1,3 miliar lebih. Sehingga, total KUR TKI yang sudah disalurkan bank penyalur di NTB hingga 30 September lalu baru sebesar Rp 3,2 miliar lebih.

Mucharom mengatakan, rendahnya realisasi KUR TKI di NTB akibat berat atau sulitnya persyaratan dari perbankan kepada calon debitur atau calon TKI. Dimana, pihak perbankan masih meminta agunan kepada calon TKI yang mengajukan kredit.

‘’Calon TKI ini kan berangkat tak punya biaya. Seharusnya diperingan persyaratan-persyaratan untuk mengajukan KUR TKI ini,” katanya.

Selain persoalan persyaratan yang dinilai memberatkan calon TKI yang ingin memperoleh KUR, Mucharom mengatakan perbankan enggan menyalurkan lantaran mereka tidak memiliki perwakilan di negara penempatan TKI tersebut. Sehingga pengembalian KUR dikhawatirkan tidak akan bisa dipenuhi oleh TKI bersangkutan.

Mucharom menambahkan, seharusnya tidak ada hal seperti itu yang menjadi penghambat calon TKI mendapatkan KUR. Pasalnya, di daerah asal mereka mempunyai keluarga. Sehingga pengembalian KUR itu bisa lewat keluarga yang ada di sini.

Ia mengaku sudah meminta kepada bank penyalur KUR ini supaya memberikan kemudahan kepada para calon TKI untuk mendapatkan KUR tersebut. Ia mengungkapkan, realisasi KUR TKI di NTB masih banyak di Lombok Tengah.

Para calon TKI yang mendapatkan KUR tersebut juga harus memenuhi persyaratan yang dipersyaratkan perbankan. “Kami terus koordinasi dengan perbankan. Supaya memberikan keringanan kepada calon TKI mendapatkan KUR itu,” terangnya.

Mucharom tak memungkiri dengan ketatnya persayaratan dari perbankan membuat calon TKI lebih memilih meminjam di rentenir untuk biaya berangkat ke luar negeri. Sebenarnya, tujuan pemberian KUR TKI adalah memberikan kemudahan bagi calon TKI untuk mendapatkan KUR tersebut.

“Adanya KUR TKI  ini untuk membantu supaya mereka tidak lari ke rentenir. Makanya kita minta  supaya perbankan ini mempermudah persyaratan untuk memperoleh KUR ini,” harapnya. (nas)