Rendah, Minat Remaja Kota Mataram Belajar Karate

Mataram (suarantb.com) – Ketua INKAI Kota Mataram, Herry Sasongko mengatakan minat kaum remaja di Mataram belajar karate masih rendah. Hal ini bisa dilihat dari sedikitnya peserta remaja yang mengikuti INKAI Kota Mataram Cup 2016.

“Di turnamen ini memang lebih banyak peserta anak-anak yang ikut pertandingan. Karena jumlah anak remaja yang mau belajar karate masih rendah,” terangnya.

Iklan

Menurutnya hal ini merupakan pengaruh globalisasi. Kaum remaja lebih sibuk dengan media sosial dan gawai yang mereka miliki. “Remaja sekarang lebih tertarik sama teknologi. Mereka lebih fokus kesana daripada belajar karate atau ilmu beladiri lain,” ujarnya prihatin.

Untuk menarik minat remaja, pihaknya mengadakan program kerjasama dengan beberapa sekolah. Program ini bertujuan memperkenalkan karate kepada pelajar. “Kami sudah bekerja sama dengan SMA 2, SMA 3, dan sekolah lain untuk kegiatan ekstrakurikuler karate. Kita kenalkan karate itu apa, supaya mereka tertarik,” terangnya.

Menurut Herry, minat belajar karate justru banyak datang dari anak-anak.

“Kami juga sengaja mendidik anak-anak ini sedari kecil untuk belajar karate. Supaya mereka nanti lebih tertarik lagi untuk belajar karate,” jelasnya.

Anak-anak yang belajar karate sejak kecil, biasanya dikarenakan orang tuanya juga belajar karate. Dalam mendidik anak-anak ini memang butuh waktu. Hasilnya baru bisa dilihat dalam hitungan tahun.

“Mendidiknya memang butuh waktu dan kesabaran. Tapi hasilnya akan kita tuai kemudian. Seperti juara dunia karate, Faqih Karomi, yang sedari kecil belajar karate,” tambahnya. (ros)

  Menpora Tegaskan Kepastian MotoGP Mandalika