Rencana Pembangunan Jembatan Lombok – Sumbawa, Pemprov Tunggu Studi Kelayakan Tuntas Desember

Kondisi di Pelabuhan Penyeberangan Poto Tano, Sumbawa Barat - Kayangan Lombok Timur yang ditempuh dengan waktu sekitar 2 jam. Jika pembangunan Jembatan Lombok - Sumbawa terealisasi, maka hanya akan ditempuh selama 15 menit. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB menunggu hasil feasibility study (FS) atau studi kelayakan terkait kelanjutan rencana pembangunan Jembatan Lombok – Sumbawa. Pemprov NTB telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan PT. Nabil Surya Persada untuk melakukan studi kelayakan yang ditargetkan tuntas Desember mendatang.

“Dia sedang melakukan FS. Kita tunggu hasil FS-nya. MoU antara Pemprov dan PT. Nabil Surya Persada ini, dia menyusun FS tahap I. Kita berikan dia kesempatan sampai bulan Desember,” kata Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. H. Ridwan Syah, M.M., M.Sc., M.T.P., dikonfirmasi Sabtu, 4 September 2021.

Iklan

Setelah PT. Nabil Surya Persada selesai melakukan studi kelayakan, selanjutnya, kata mantan Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB ini, Pemprov akan melakukan evaluasi. “Baru kita bisa menentukan apakah layak atau tidak,” katanya.

Apabila dinyatakan layak, maka tahap berikutnya adalah mencari investor. Ia menyebut, perkiraan biaya konstruksi sekitar Rp17 triliun dari hasil pra FS.

“Dana untuk FS semuanya dari perusahaan, ndak ada dari APBD. Kalaupun nanti dilelang untuk konstruksinya, dia yang punya kesempatan besar,” terangnya.

Pada akhir Juni lalu, Pemprov NTB telah menggelar pertemuan dengan PT. Nabil Surya Persada, perusahaan yang melaksanakan studi kelayakan Jembatan Lombok – Sumbawa. Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda NTB, Ir. H. Ahmadi, SP-1., mengatakan  dalam pertemuan tersebut PT. Nabil Surya Persada telah menyiapkan anggaran sebesar Rp5,25 miliar untuk studi kelayakan Jembatan Lombok – Sumbawa tahap I.

Dalam proposal FS Jembatan Lombok – Sumbawa, PT. Nabil Surya Persada menggandeng PT. Krakatau Konsultan yang merupakan anak perusahaan PT. Krakatau Engineering. Selanjutnya, PT. Krakatau Konsultan juga mengajak dan berkoordinasi dengan Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT).

Sebagaimana diketahui, hasil pra studi kelayakan atau pra-FS yang dilakukan konsultan dari Korea, biaya untuk konstruksi pembangunan jembatan Lombok – Sumbawa sebesar Rp850 miliar sampai Rp1 triliun per kilometer (km). Dengan panjang jembatan 16,5 km, total biaya konstruksi paling sedikit Rp17 triliun. Jika ditambah dengan asesorisnya, maka butuh biaya sekitar Rp20 triliun. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional