Rencana Investasi Rp4,28 Triliun

H.Mohammad Rum (Suara NTB/dok)

DINAS Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB mencatat ada 16 investor yang masuk berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Sebanyak 16 investor tersebut dengan rencana investasi sebesar Rp4,28 triliun lebih.

Kepala DPMPTSP NTB, Ir. H.Mohammad Rum, M.T., yang dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 12 September 2021 menyebutkan, 16 investor tersebut, berikut jenis investasinya. Antara lain, PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development (ITDC) dengan rencana investasi sebesar Rp905,53 miliar. Dengan jenis investasi aktivitas operasional fasilitas olahraga/investasi infrastruktur, Hotel Pullman.

Iklan

Kemudian, PT. Air Indonesia Amerika dengan jenis investasi industri penampungan, penjernihan dan penyaluran air minum. Dengan rencana investasi sebesar Rp327,7 miliar. Selanjutnya, PT. Resort Indonesia Amerika, jenis investasi pembangunan Hotel Paramount dengan rencana investasi sebesar Rp1,29 triliun.

  1. Lees Internasional Development, jenis investasi pembangunan Hotel Royal Tulip dengan rencana investasi sebesar Rp288 miliar. Selain itu, PT. Alam Hijau Mandalika, jenis investasi pembangunan mini mal dan hotel dengan rencana investasi Rp80 miliar.
  2. Elmarmitra Perkasa, jenis investasi beach club dan hotel dengan nilai investasi sebesar Rp264,99 miliar. PT. Mosaique Jiva One Sky, membangun Lagoon Hotel/Mercure & Hotel dengan rencana investasi sebesar Rp360 miliar.
  3. Mahkota Permata Mandalika, membangun Hotel Grand Aston dengan rencana investasi Rp300 miliar. PT. Palamarta Kuta Permai, akan membangun Hotel Harpard dengan rencana investasi Rp220 miliar.
  4. Mandalika Mitra Bersama, jenis investasi aktivitas penempatan tenaga kerja dan konstruksi gedung dengan nrencana investasi Rp500 juta. PT. Kuta Mandalika Nusantara, pembangunan Hotel Pullman dengan rencana investasi Rp23 miliar.
  5. Merese Mandalika Nusantara, pembangunan Hotel Clubmed dengan rencana investasi Rp20 miliar. PT. Mandalika Jaya Bersama, jenis investasi pembangunan Coco Mart dengan rencana investasi Rp30 miliar lebih.
  6. Road Grip Motosport Indonesia, jenis investasi EO MotoGP dengan rencana investasi Rp2,5 miliar. PT. Lombok Intan Paradiso, jenis investasi pembangunan restoran dengan rencan investasi Rp40 miliar dan PT. Sinar Tiga Pilar, pembangunan Raja Hotel Kuta Mandalika dengan rencana investasi Rp101 miliar.

Realisasi investasi di NTB pada semester I 2021 telah mencapai Rp5,9 triliun tanpa memasukkan realisasi investasi di KEK Mandalika. Realisasi investasi sebesar Rp5,9 triliun tersebut  sebagian besar di sektor pertambangan dan energi. Kemudian sektor pariwisata.

Tahun ini, Pemprov menargetkan realisasi investasi sebesar Rp13 triliun. Jika realisasi investasi di KEK Mandalika telah dilaporkan, realisasi investasi di NTB diperkirakan akan meledak.

Pada 2020, Pemprov NTB mencatat realisasi investasi  sebesar Rp11,6 triliun dari target RPJMD sebesar Rp11,5 triliun. Meskipun target realisasi investasi melampaui target, namun sebarannya belum merata di kabupaten/kota.

DPMPTSP mencatat ada tiga daerah yang realisasi investasinya terendah di NTB. Yaitu, Kota Bima, Bima dan Kabupaten Lombok Utara (KLU). Realisasi terendah pada periode Januari – Desember 2020 dimiliki oleh Kota Bima sebesar Rp17,454 miliar, Bima sebesar Rp105,097 miliar dan Lombok Utara sebesar Rp218,075 miliar.

Sedangkan realisasi investasi tertinggi tahun 2020 di NTB, berada di Kabupaten Sumbawa Barat mencapai Rp3,077 triliun. Kemudian posisi kedua Lombok Timur dengan realisasi investasi sebesar Rp2,634 triliun dan ketiga Dompu sebesar Rp2,091 triliun.

Sementara posisi keempat adalah Lombok Barat sebesar Rp1,915 triliun, kelima Kota Mataram sebesar Rp668,162 miliar, keenam Lombok Tengah sebesar Rp569,487 miliar dan ketujuh adalah Sumbawa sebesar Rp 303,451 miliar.

Dari realisasi investasi sebesar Rp11,6 triliun, kata Rum, sebesar Rp7,117 triliun merupakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Sedangkan Rp4,483 triliun merupakan Penanaman Modal Asing (PMA).

Pada tahun 2020, kontribusi PMDN meningkat 4 persen dibandingkan tahun 2019, sedangkan PMA menurun 4 persen. Jumlah negara yang berinvestasi di NTB tercatat 43 negara sepanjang 2020. Realisasi PMA didominasi negara gabungan, Australia, Inggris, Perancis, Jepang, Italia, Rusia, Swedia, Singapura dan Korea Selatan. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional