Rencana Investasi Rp400 Miliar, Investor Segera Bangun Wisata Dolphin di Gili Petagan

Yusron Hadi. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Salah satu investor yang memiliki kebun binatang di Lombok Utara berencana mengembangkan bisnisnya untuk membangun wisata dolphin atau wisata atraksi lumba-lumba dan satwa lainnya di Gili Petagan Lombok Timur (Lotim). Rencana investasinya sebesar Rp400 miliar.

“Rencana investasinya Rp400 miliar. Kalau jadi ini, luar biasa. Kalau jadi, mungkin satu-satunya di dunia tempat ini. Sehingga, daya tariknya, kita tak perlu lagi jualan. Mereka akan datang sendiri tamunya,” kata Kepala DPMPTSP NTB, Ir. Mohammad Rum, M.T., dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Senin, 1 Februari 2021.

Iklan

Jika pembangunan wisata dolphin ini terwujud, maka akan menjadi destinasi wisata alternatif bagi pengunjung MotoGP Mandalika. Sesuai arahan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., Pemprov akan mengawal rencana investasi ini dengan membentuk tim kecil yang terdiri dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Arahan pak gubernur, kami akan membentuk tim kecil untuk mempercepat proses semuanya. Nanti secara paralel tim kecil akan menggodok untuk masalah administrasi perizinannya. Saya pikir semuanya akan bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Rum menyebutkan lahan yang dibutuhkan sekitar 25 hektare. Rencananya, mulai minggu depan investor akan melakukan penanaman pohon di lokasi pembangunan wisata dolphin tersebut.

“Semuanya kita akan fasilitasi, seperti izin lokasi penggunaan lahannya. Daerah itu kan (masuk) hutan lindung,” terangnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB, H. Yusron Hadi, S.T., MUM., mengatakan salah satu pulau kecil yang ada di NTB. Gili Petagan memiliki potensi yang besar untuk pengembangan wisata mangrove dan terumbu karang.

“Berdasarkan presentasi investor tadi, kawasan mangrove ini menjadi salah satu daya tarik pariwisata. Ada trekking mangrove, pembuatan jeti, wisata terumbu karang. Dan tidak menutup kemungkinan orang akan melihat budidaya perikanan, selain terumbu karang, bisa jadi lobster. Termasuk juga wisata dolpin,” kata Yusron.

Nantinya, DKP akan memfasilitasi dari sisi proses perizinan untuk pembangunan jeti, pemanfaatan ruang laut. Kemudian zona konservasi terkait wisata dolpin maupun area budidaya lautnya terkait pariwisata.

“Pihak investor sudah berkomunikasi dengan Pemda Lotim, mudah-mudahan kalau ini berkembang, maka cukup bagus. Karena selama ini sentra wisata bahari kita ada di sisi barat, Senggigi dan tiga Gili. Ke depan beralih ke timur, dan nanti akan masuk ke Sumbawa,” tandasnya. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional