Rencana Investasi Pembangunan Smelter Rp20 Triliun

0
H. Amry Rakhman (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Pusat dan daerah akan membentuk tim teknis yang akan mengawal percepatan pembangunan smelter di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Pembentukan tim teknis ini merupakan tindaklanjut dari rapat yang digelar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dengan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc melalui telekonferensi, Rabu, 29 April 2020.

Sementara itu, pembangunan smelter di KSB masih menunggu situasi dan kondisi kembali normal setelah mewabahnya virus Corona. Untuk pembangunan smelter, PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) rencananya menggelontorkan investasi sebesar Rp20 triliun.

IKLAN

‘’Total investasi smelter rencananya sekitar Rp20 triliun. Kalau konstruksinya lima semester atau 2,5 tahun, maka sekitar Rp4 triliun per semester. Puncaknya nanti 2021. Kalau awal-awal masih kecil, pada 2021 itu realisasinya akan besar,’’ kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Dr. H. Amry Rakhman, M. Si dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 30 April 2020.

Amry menjelaskan, lahan untuk pembangunan smelter sudah siap. Sekarang tinggal menunggu situasi normal kembali dari wabah virus Corona. Dalam proses menuju pembangunan fisik, sedang berjalan proses administrasi untuk penerbitan izin Hak Guna Bangunan (HGB) ke BPN, baik pusat dan daerah sesuai kewenangannya. ‘’Izin lokasi sudah, HGB lagi berproses,’’ terangnya.

Untuk mengawal percepatan pembangunan smelter ini, Pemerintah Pusat dan daerah katanya, akan membuat tim teknis yang terdiri dari berbagai unsur. Ia mengatakan, pembangunan smelter di KSB sudah masuk dalam proyek strategis nasional. Kawasan industri smelter yang ada di KSB masuk dalam 27 kawasan industri yang prioritas diwujudkan dalam beberapa tahun mendatang.

Amry menyebut kawasan industri yang ada di KSB luasnya 1.200 hektare. Terdiri dari 850 hektare lebih untuk industri smelter dan industri turunannya. Sedangkan 350 hektare diperuntukkan bagi IKM/UKM yang menjadi pendukung industri besar yang ada di dalam kawasan industri tersebut.

Khusus untuk pembangunan smelter, lahan yang dibutuhkan sekitar 150 hektare. Mengenai industri turunannya, Amry mengatakan AMNT sudah menjalin komunikasi dengan PT. Pupuk Indonesia dan PT. Semen Indonesia. Industri turunannya ini akan menyusul setelah adanya bahan baku yang diolah di kawasan tersebut. ‘’Sekarang sudah 52 persen dari 850 hektare lahan kawasan itu sudah dibebaskan,’’ sebutnya.

Mantan Asisten II Setda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) ini mengatakan, di dalam kawasan industri akan disiapkan lahan seluas 350 hektare bagi IKM/UKM yang akan mensupport kebutuhan industri besar. Barang-barang yang dibutuhkan industri besar nantinya dipasok oleh IKM atau UKM tersebut.

‘’Sehingga tidak harus semua kebutuhan di situ diimpor. Barang-barang yang diimpor kalau betul-betul tak bisa diproduksi di dalam daerah,’’ pungkasnya. (nas)