Remaja Dibacok, Warga Desa Risa dan Dadibou Bentrok

Bima (Suara NTB) – Sekelompok warga desa Risa dan Dadibou Kecamatan Woha terlibat bentrok. Mereka saling serang menggunakan senjata tajam (sajam) di tengah diarea persawahan, wilayah perbatasan kedua desa setempat, Senin, 28 November 2016.

Pantauan Suara NTB, bentrokan di tengah guyuran hujan itu, diduga berawal dari pembacokan seorang remaja inisial AD, oleh orang tak dikenal (OTK).

Remaja asal desa Risa itu dibacok di sekitar kantor Bupati baru yang berada di dusun Godo desa Dadibou Kecamatan Woha, Minggu (28/11) sore, dan mengalami luka ringan pada tubuhnya. Kasus tersebut saat ini sedang ditangani Polres Bima.
Warga Risa menduga OTK yang dimaksud itu adalah oknum warga desa Dadidou. Mereka mendesak aparat agar segera menangkap pelakunya untuk diproses hukum.

Kapolres Bima, AKBP M. Eka Fathturahman, S.IK mengatakan, bentrokan itu dipicu pembacokan seorang remaja warga Risa. Warga desa Risa menilai, kata Eka, pihaknya lamban menangani kasus tersebut.

“Korban pembacokan ini mengalami luka ringan pada bagian punggung. Sementara pelakunya masih dilidik,” katanya.

Lebih jauh Eka menjelaskan, ketegangan antara dua kelompok warga desa tetangga itu sudah berangsur kondusif. Setelah aparat diterjunkan sehingga bentrokan tidak membesar dan meluas.

“Sudah dikendalikan dan tidak sampai menelan korban jiwa,” ujarnya.

Dia berharap kondisi tersebut tetap kondusif. Meski demikian, lanjutnya sejumlah aparat kepolisian masih disiagakan didua desa setempat. Menghindari bentrok susulan.

Eka menghimbau kepada kedua kelompok warga agar bisa menenangkan diri dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus itu kepada pihaknya.

“Mudah-mudahan tidak terjadi bentrok susulan lagi,” pungkasnya. (uki)